Petir Sambar Tujuh orang Warga Pangaribuan Tapanuli Utara Saat Acara Tujuh Bulanan

Administrator Administrator
Petir Sambar Tujuh orang Warga Pangaribuan Tapanuli Utara Saat Acara Tujuh Bulanan
Abed Ritonga
Warga sedang berupaya menolong korban
Pangaribuan(Pelita Batak): Hendak melakukan syukuran di rumah keluarga Parlindungan Pakpahan, tiba-tiba hujan deras disertai petir menyambar rumah sehingga membuat tujuh orang dirawat di Puskesmas Pangaribuan.

 

Kapolres Taput melalui Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Barimbing, SH melalui selulernya membenarkan kejadian tersebut. Barimbing menjelaskan jika kejadian tersebut terjadi, pada hari Minggu 23 April 2017 yang lalu sekitar pukul 17.00 WIB.

 

Kejadian itu terjadi di kediaman Parlindungan Pakpahan (58) yang merupakan Sekretaris Camat Pangaribuan yang beralamat di Sidagal Desa Parsorminan 1 Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara.

 

"Peristiwa tersebut terjadi, ketika Parlindungan Pakpahan sedang melaksanakan acara syukuran di rumahnya, karena merasa senang dimana menantu nya sedang mengandung ( hamil ) tujuh bulan. Karena bagi adat Batak, hal itu harus dilaksanakan yang bertujuan untuk memohon Pertolongan Tuhan, agar diberikan kesehatan dan keselamatan bagi keluarga serta anak yang ada dalam kandungan", ujarnya.

 

Walpon menambahkan pada saat acara sedang berjalan, hujan deras disertai dengan petir datang. Waktu itu istri pemilik rumah yang bernama Marlina Aritonang berdiri di dekat kulkas, dan tiba-tiba tubuhnya merasa kepanasan. 

 

Lalu Marlina menjerit sehingga suaminya Parlindungan Pakpahan menolongnya dan suaminya pun ikut terkontak. Namun, Parlindungan tetap berusaha membuka kulkas dan setelah terbuka, dari dalam kulkas  keluarlah cahaya dan sinar sehingga mengena kepada lima orang lagi yang berada di dalam rumah tersebut.

 

"Akibat dari kejadian tersebut, tujuh orang yang berada di dalam rumah menjadi korban, di antaranya Parlindungan Pakpahan (58), Marlina Aritonang (56), Elda Pakpahan (39), Hotmida Pakpahan (43), Hotti Harianja (56) yang merupakan warga desa Pakpahan, James Pakpahan (7) dan Doni Pakpahan (12) masing masing warga dusun Sidagal Desa Parsorminan 1", bebernya.

 

Setelah mengetahui kejadian tersebut, lalu warga berdatangan untuk menolong dan melaporkan ke Polsek Pangaribuan. Warga memberikan pertolongan pertama kepada korban dengan cara mengubur badan korban ke dalam lumpur atas nama Marlina Aritonang, Elda Pakpahan, Hotmida Pakpahan, Hotti Harianja. 

Sedangkan korban Parlindungan Pakpahan dan Doni Pakpahan hanya diberikan minum obat tradisional berupa air putih yang di campur dengan mesiu peluru senjata api, dan korban yang lain James Pakpahan dirawat di puskesmas.

 

"Saat ini, ketujuh korban sudah  membaik dan sudah dikediaman mereka untuk di lakukan perawatan," tegasnya.(Abed)

Komentar
Berita Terkini