Petani Menjerit, Harga Cabe Merah Anjlok di Humbahas

Administrator Administrator
Petani Menjerit, Harga Cabe Merah Anjlok di Humbahas
Abed Ritonga
Cabai

Doloksanggul(Pelita Batak): Satu pekan bulan Ramadhan 2018, harga cabe merah di pasar tradisional Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) justru anjlok hingga di kisaran Rp 10-12 ribu per kg. Akibatnya sejumlah petani mulai mengeluh, sebab, sebelumnya, cabe merah masih bertahan bertengger di level 24-28 ribu per kg.


E  Sihombing (33) salahsatu petani cabe merah kepada wartawan, di Dolok Sanggul, Kamis 24 Mei 2018, mengaku rugi atas anjloknya harga cabe dalam beberapa beberapa satu pekan terakhir. 


"Dengan harga 10-12 ribu per kg,  biaya perawatan tidak lagi setimpal dengan harga cabe. Pasalnya harga pestisida cendrung naik belum lagi jasa untuk perawatan tanaman cabe hingga produksi," ungkapnya.


Tidak hanya Bungaran, S Siregar (43) juga petani lainnya mengaku bernasib sama. Anjloknya harga cabe membuat dirinya terlilit hutang di salah satu bank. "Melihat harga cabe awal tahun 2018, saya beranikan diri meminjam ke salahsatu bank melalui KUR (kredit usaha rakyat). Sekarang harga cabe anjlok darimana saya akan membayar utang itu," rintih ayah 5 anak itu.


Dia juga memaparkan, menjelang tahun ajaran baru, pengeluaran untuk kelengkapan sekolah cukup tinggi. "Jika pengeluaran tidak diimbangi harga pertanian mau bagaimana nasib anak-anak kami," tukasnya.


Atas rendahnya harga cabe, Anton berharap pemerintah segera mengambil sikap. "Dalam situasi seperti ini, harapan kita pemerintah segera mengambil kebijakan atau membangun pemasaran di luar daerah. Hal tersebut guna mengurangi kerugian petani yang semakin besar," katanya.


Terpisah, P Purba, Salah satu pengepul cabe merah di pasar tradisional Dolok Sanggul kepada wartawan mengakui harga yang kian merosot dalam satu pekan terakhir.


Dia berasumsi, rendahnya harga cabe diakibatkan pasokan cabe yang membludak dan hampir merata di setiap daerah. "Hampir semua daerah mengeluarkan produksi cabe. Melonjaknya produktifitas sudah otomatis mempengaruhi harga pasar belum lagi adanya permainan tengkulak," tandasnya.


Disisi lain katanya, harga cabe dipengaruhi bulan puasa. Sebab yang menjalankan ibadah puasa sudah mengurangi permintaan cabe dalam rumah tangga. "Mudah-mudahan menjelang lebaran harga cabe kembali normal. Sebab permintaan sudah pasti meningkat," tandasnya. (Abed Ritonga)

Komentar
Berita Terkini