Perayaan HUT RI di Padangsidimpuan Diwarnai Aksi Protes Panjat Pinang di Badan Jalan

Administrator Administrator
Perayaan HUT RI di Padangsidimpuan Diwarnai Aksi Protes Panjat Pinang di Badan Jalan
Saut Togi Ritonga
Pohon pinang di tengah jalan sebagai bentuk protes

Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Kesal akibat kondisi jalan rusak yang tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah, warga Jalan M T Haryono Kampung Marancar menggelar lomba panjat di badan jalan sebagai wujud protes dan untuk menarik perhatian pemerintah.

"Ini bentuk kekesalan dan kekecewaan warga di sini, soalnya sudah lebih dari setahun jalan ini tidak kunjung diperbaiki," ujar J Harahap (52) warga setempat.

Inisiatif membuat kegiatan itu, katanya, berawal dari rencana Naposo Nauli Bulung (Remaja,red) untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI di tempat mereka

Selain masalah tempat, melihat kondisi jalan yang rusak dan berlubang, membuat anak-anak dan pemuda memilih jalan yang tak kunjung diperbaiki itu sebagai lokasi kegiatan, khususnya lomba panjat pinang.

"Apalagi jalan di sini sudah rusak dan berlubang, lihatlah kondisi jalan kami ini," tukasnya dan mengaku sebelumnya sudah banyak pengendara yang melintas dari sana mengalami luka, bahkan meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas.

Selain masalah tempat, melihat kondisi jalan yang rusak dan berlubang, membuat anak-anak dan pemuda memilih jalan yang tak kunjung diperbaiki itu sebagai lokasi kegiatan, khususnya lomba panjat pinang.

"Apalagi jalan di sini sudah rusak dan berlubang, lihatlah kondisi jalan kami ini," tukasnya dan mengaku sebelumnya sudah banyak pengendara yang melintas dari sana mengalami luka, bahkan meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas.

Meski sudah beberapa kali ditimbun secara swadaya, namun kondisi jalan kembali rusak, bahkan semakin parah sebab  kerap dilalui angkutan berat.

" Ini sudah satu minggu lebih batu-batu besar diletakkan di pinggir jalan di depan rumah kami, entah apa maksudnya (pemerintah,red). Tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki," ucapnya kesal.

Selanjutnya Ia berharap, jalan tersebut bisa secepatnya diperbaiki, apalagi wilayah jalan berada di pusat kota Padangsidimpuan yang ramai dan padat penduduk.

"Jika jalan sudah bagus, warga pasti senang. Apalagi debu dari jalanan ini sangat mengganggu," pungkasnya.

Pantauan wartawan, usai perlombaan, batang pinang dicabut kembali untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.(Saut Togi Ritonga)

Komentar
Berita Terkini