Pasokan Gas ke Medan Berkurang, DPD RI Segera Surati Kementerian Terkait

Parlindungan Purba : Harus Segera Dituntaskan
Administrator Administrator
Pasokan Gas ke Medan Berkurang, DPD RI Segera Surati Kementerian Terkait
ist|Pelitabatak
Parlindungan Purba SH MM

Jakarta (Pelita Batak):

Ketua Komite II DPD RI, Pasokan gas di Sumatera Utara (Sumut) kini mengalami penurunan, dikhawatirkan akan berdampak kepada beberapa sektor industri. Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba meminta pemerintah untuk segera melakukan langkah konkrit mengatasi persoalan tersebut sebelum muncul masalah-masalah yang lebih besar.

"DPD RI meminta kepada pemerintah melalui Kementerian ESDM dan operator gas agar pasokan gas di wilayah Sumatera Utara kembali normal. Kita akan segera surati," ujar senator asal Sumut ini ditemui di Jakarta, Senin (19/3/2018).

Sebagaimana info gangguan pasokan PTGN ke Medan karena PHE NSO tidak bisa produksi secara optimal dari tanggal 15 Maret 2018 sehingga alokasi dari PHE ke PTGN terbatas. Oleh karenanya, PTGN saat ini sudah membatasi penyaluran ke PGN, flow saat ini 4.5 mmscfd dan kemungkinan akan diturunkan sampai 3.8 mmscfd atau ~4 bbtud (inc Gas dari TPI). 

Dengan kondisi Availability Supply Medan : PEP = 5.5 bbtud; PTGN + TPI = 4 bbtud; Total = 9.5 bbtud. Dan Forecast Demand: Senin-Jumat = 14 bbtud; Sabtu = 13.5-14 bbtud; Minggu = 12.5-13 bbtud.

Menurut Parlindungan, kondisi ini tentu akan sangat mempengaruhi perekonomian di Sumut. "Ini tidak bisa berlarut, karena akan sangat mempengaruhi gejolak di tengah masyarakat," ujarnya. Dikatakannya, berkurangnya pasokan gas akan sangat mempengaruhi industri yang kalau berkepanjangan akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) tentunya menjadi gejolak di tengah masyarakat.

Padahal pada akhir tahun lalu, Parlindungan telah mengingatkan harus ada koordinasi yang mantap dan masterplan industri gas di Sumut, guna mendukung industri dan penciptaan lapangan kerja. 

Parlindungan juga berharap terkait penanganan masalah gas di Sumatera Utara dilakukan melalui koordinasi yang terintegrasi antar lembaga/instansi terkait. Tujuannya agar kedepannya pengelolaan gas di Sumatera utara tidak kembali bermasalah.

Untuk segera dapat menyelesaikan permasalahan gas di Sumatera Utara, Parlindungan Purba akan mengadakan pertemuan dengan pihak terkait untuk mengetahui perkembangan aliran gas untuk Sumatera Utara.

Kepada masyarakat maupun industri untuk melakukan penyesuaian pemakaian. Sembari pemerintah melakukan upaya perbaikan dan solusi alternatif, supaya perekonomian di Sumut tidak terganggu secara menyeluruh. 

Sementara itu Ketua Apigas Johan Brien berharap gangguan supply seperti ini hendaknya tidak sering terjadi yang bisa mengganggu bahkan merugikan pelaku industri di Sumut. "Kita minta tanggungjawab lembaga terkait, agar hal sama tidak sering terjadi," ujarnya.

Johan berharap PGN ada usaha mendapat pasokan dari sumber lain dan rela membagi marginnya, untuk menjaga terpenuhi kebutuhan gas Sumut.

Meski info terakhir dari pertamina, Senin pukul 12:34 well 4/5/7 yang bermasalah dengan hydraulic sudah back online. "Saat ini Team Platform sedang memanaskan wellhead dan menaikkan pelan-pelan gas rate dari well untuk menghindari terbawanya liquid yang banyak dari reservoir. Setelah wellhead warm dan flow stable akan diinfokan ke SRU CCR Onshore untuk menaikkan gas rate dari 74 mm menuju 100 mm or higher," demikian informasinnya.

Ditambahkan Laksamana sebagai Sekjen Apindo Sumut, persoalan ini ditangani dengan serius. Sebagaimana diketahui peasalahan inj muncul karena kerusakan anjungan lepas pantai. "Kita juga harapkan agar Pertamina memberikan informasi kerusakan kepada PGN agar bisa dilakukan upaya persiapan dan antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

(Tap)

Komentar
Berita Terkini