MANIFESTO GERAKAN DAULAT DESA

Administrator Administrator
MANIFESTO GERAKAN DAULAT DESA
Saut Ritonga
Sabar Mangadu Tambunan tanda tangan

Berawal dari sebuah pengetahuan dan penghayatan kita atas perjalanan sejarah panjang sejak ribuan tahun lalu.  Sejarah yang dialami oleh 300an Suku-Suku Nusantara yang saat ini telah menjadi bagian dari sebuah negara-bangsa yang disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.

 

Dimulai oleh sebuah tonggak sejarah yang telah ditancapkan oleh para pemuda-pemudi pada tanggal 28 Oktober tahun 1928 yang lalu. Yaitu Soempah Pemoeda. 

Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia

 

Kini sudah 72 tahun kita berbangsa dan bernegara Indonesia dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu. 

Bermodalkan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, Pancasila dan UUD tahun 1945, bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai ini masih terus berjuang untuk meningkatkan mutu peradaban kita agar menjadi sebuah bangsa dan negera yang sejahtera, maju dan berkepribadian berbudaya tinggi.

 

Harus kita akui bahwa sampai saat ini, capain yang telah kita raih masih jauh dari yang kita harapkan bersama.

 Masih terlalu banyak kemiskinan, ketertinggalan, kebodohan dan ketidak-adilan yang dialami oleh sebagian besar rakyat kita secara kasat mata. Tonggak sejarah Reformasi 1998 dimana bangsa kita mulai lagi berdemokrasi kembali, ternyata belum jua menunjukkan hasil yang menggembirakan.

 

Artinya, Demokrasi belum menjadi alat untuk mensejahterakan dan memajukan rakyat, bangsa dan negara.

 Prinsip Demokrasi dimana Kedaulatan harus di tangan Rakyat, ternyata telah ditunggangi oleh kepentingan orang-orang dan pihak-pihak jahat, baik orang maupun pihak dalam negeri atau bangsa sendiri, maupun luar negeri atau asing. 

Jadi sampai saat ini, dalam kita berdemokrasi ternyata kedaulatan belum di tangan rakyat, tapi di tangan mereka-mereka itu.

 

Saat ini terdapat 75.000an Desa, dimana disana hidup dan tinggal 300an kebudayaan suku-suku nusantara.

Berdasarkan UU no. 6 tahun 2014 tahun 2014 dan 9 (sembilan) Program Prioritas Nawacita nomor 3 dimulailah perubahan orientasi kebijakan yang amat mendasar dan strategis yang berbeda dengan era sebelumnya, yaitu membangun Desa. Nawacita nomor 3.  

Yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan

 

Oleh karena itu, dengan menerapkan ajaran Trisakti, yaitu : pertama berdaulat secara politik, kedua berdikari secara ekonomi, ketiga berkepribadian secara sosial budaya Indonesia

 Dan juga bersemangatkan gotong-royong dan saling empati yang tinggi dan mendalam, maka Kami yang hadir disini, saat ini, Jakarta 09 Desember 2017 berjanji dan bertekad kuat dengan semboyan yaitu Tinggi Moral Tinggi Keahlian Tinggi Pengabdian untuk bersama-sama melakukan sebuah gerakan perubahan yang baru dengan elan perjuangan sebagai berikut:

 Manifesto Gerakan Daulat Desa :

PERTAMA :

Bersama seluruh warga di 75.000an Desa, berikut dengan para perantaunya, memicu dan memacu serta mendorong bergulirnya sebuah gerakan kebangkitan kebudayaan suku bangsa di desa-nya masing-masing.

 

KEDUA :

Meningkatkan kemampuan rakyat semesta dalam bermusyawarah  dan bermufakat sesuai dengan ideologi negara kita, Pancasila. 

Yaitu tertutama Sila ke-4 yang berbunyi :  "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam pemusyawaratan perwakilan".

 

KETIGA : Memperjuangkan sistem dan kultur Demokrasi yang harus berakar kuat pada  budaya dan kultur serta adat-istiadat suku-suku Nusantara kita masing-masing. 

Mulai hari ini Kita menamakan sebagai Demokrasi Pancasila.

KEEMPAT : 

Membela serta memperjuangkan hak-hak dasar sebagai warga-negara, terutama seluruh warga yang tinggal di 75.000 Desa untuk mencapai keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

KELIMA :

Mendorong warga desa maupun antar-warga desa agar berkemampuan dan berkeahlian tinggi dalam mengorganisir diri secara modern dan efektif.

 Mengorganisir diri dengan mengandalkan sistem tata-nilai yang terkandung di dalam budaya dan alam-lingkungan-nya masing-masing. Organisasi haruslah menjadi alat perjuangan yang efektif bagi warga desa guna meraih cita-cita dan tujuan bersama secara berdaulat dan bermartabat dalam berbagai bidang dan sektor kehidupan mereka.

 

Hal-hal lain yang diperlukan akan dilakukan dengan cara seksama dan musyawarah untuk mufakat, berdasarkan nilai-nilai serta kebudayaan suku bangsa yang hidup, tumbuh dan berkembang di setiap Desa.

 

Markas Besar GDD​

Gerakan Daulat Desa​​ ​​Jakarta Selatan, 09 Desember 2017

Pancoran Timur 8, No. 6A.

 

Hormat Kami, atas nama:

Para Inisiator Gerakan Daulat Desa 

Para Deklarator Nasional Gerakan Daulat Desa

 

 ttd

Prof. DR Ahmad Syafii Maarif​ - Sabar Mangadu - ​KH Salahudin Wahid

Komentar
Berita Terkini