Kepala UPT Pelatihan Kesehatan Sumut Terjaring OTT

Administrator Administrator
Kepala UPT Pelatihan Kesehatan Sumut Terjaring OTT
IST|pelitabatak
Ilustrasi

Medan (Pelita Batak):

Subdit III/Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sumut dikabarkan telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di UPT Pelatihan Kesehatan Sumut. Setidaknya 6 orang beserta 1 orang tersangka berinisial AR Kepala UPT Pelatihan Kesehatan Sumut diamankan dalam peristiwa ini. 

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menyampaikan awal informasi yang diterima oleh Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus bahwa ada kutipan atau pemotongan perjalanan Dinas di UPT Pelatihan Kesehatan. Tim Tipikor Ditreskrimsus langsung mengecek kepastian, Rabu (23/5/2018) sekira pukul 16.00 Wib. 

Saat dilakukan pengecekan, ternyata informasi itu benar dan tim langsung berupaya melakukan Tangkap Tangan kepada 7 orang, salah satunya 1 orang tersangka berinisial AR dan 6 orang masih diperiksa sebagai saksi beserta Barang Bukti berupa uang tunai sebesar Rp 12,2 juta.

"Setelah itu, ke 6 orang ini masih dalam pemeriksaan dan penanganan Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus," cetus Kapolda Sumut di depan halaman rumah Dinas Kapolda bertempat di Mapolda Sumut, Kamis (24/5) sekira 17.15 Wib.  

Saat ini, Subdit III/Tipikor masih dalam pengembangan terhadap ke 7 orang ini. 

Kapolda Sumut masih menunggu pengembangan, siapa-siapa yang terlibat dalam kasus OTT UPT Pelatihan Kesehatan Sumut. Karena yang ditemukan dari Barang Bukti hanya uang senilai Rp 12,2 juta belum ada berkas apapun yang ditemukan dari kantor UPT Pelatihan Kesehatan tersebut.

Pada saat ditangkap ke 7 orang tersebut, sangat kebingungan dengan kedatangan tim Tipikor Polda Sumut. Dan sampai sekarang ini, belum diketahui, apakah tersangka AR sudah berapa kali mengerjakan hal yang sama.

Menurut kabar yang didapat, pengungkapan kasus OTT yang dilakukan di kantor UPT Pelatihan Kesehatan Sumut Jalan Namo Gajah, Kelurahan Lau Chi. 

Kasubdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Donny Sembiring masih bekerja melakukan pendalaman kasus ini, sehingga belum bisa ditemui awak media.(TAp|Ndo)

Komentar
Berita Terkini