KADIN Kecewa, Anies Ingkar Janji Kampanye

Administrator Administrator
KADIN Kecewa, Anies Ingkar Janji Kampanye
IST|pelitabatak
Victor Aritonang

Jakarta (Pelita Batak):

Keputusan Gubernur Anies Rasyid Baswedan menunjuk tokoh dibalik lelang konsolidasi, Blessmiyanda menjadi Kepala BPPBJ (Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa) baru-baru ini, mengejutkan banyak pihak, secara khusus membuat kecewa KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia).

Pasalnya, KADIN, pada saat Pilkada DKI Jakarta 2017, menyuarakan penghapusan lelang konsolidasi dan pengembangan UMKM dimana aspirasi tersebut diakomodir oleh Anies-Sandiaga sebagai peserta pilkada saat itu. Namun, kini KADIN kecewa atas keputusan Gubernur Anies menunjuk Blessmiyanda sebagai Kepala BPPBJ.

"KADIN Jakarta Pusat sangat kecewa atas keputusan Gubernur Anies yang menunjuk pejabat bermasalah, yang pernah dicopot dari jabatannya oleh Gubernur DKI, kini justru dijadikan kepala pada lembaga yang sama, yakni Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa. Dia adalah Blessmiyanda," ujar Ketua KADIN Jakarta Pusat, Victor Aritonang, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis, (27/9).

Victor yang merupakan tokoh pengusaha yang kerap menyuarakan dan memperjuangkan pengusaha kecil dan menengah, serta pelaku usaha UMKM ini membeberkan Blessmiyanda adalah pejabat yang berperan besar merugikan banyak pengusaha kecil-menengah dan pelaku usaha UMKM dibalik penerapan lelang konsolidasi. 

Menurut Victor, berdasarkan pemberitaan berbagai media, pada awal pemerintahan Gubernur Anies dan Wagub Sandiaga, Blessmiyanda pernah mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap rencana pemprov menghapus kebijakan lelang konsolidasi. 

"Lelang konsolidasi merupakan penggabungan proyek-proyek sejenis bernilai kecil sehingga memiliki nilai besar, telah menutup kesempatan perusahaan maupun kontraktor menengah dan kecil untuk menggarap proyek tersebut karena tak memenuhi kriteria klasifikasi," tegas dia. 

Lebih lanjut Victor menjelaskan Blessmiyanda sebelumnya merupakan Kepala BPPBJ pertama di Pemprov DKI. Dia menjabat di era Gubernur Ahok pada tahun 2015, dan dicopot di era Gubernur Djarot S Hidayat dengan alasan kinerjanya lambat. 

"Bila dilihat lebih ke belakang lagi, pada masa Gubernur Ahok, kinerja Kepala BPPBJ DKI Blessmiyanda sendiri cukup sering disorot. Pada tahun 2016, Ahok sempat mengeluhkan penyerapan APBD 2016 yang lamban dan meminta Blessmiyanda mengevaluasi kendala yang menghambat penyerapan APBD 2016," urai dia. 

Keluhan mengenai kinerja Blessmiyanda yang pernah menjabat Asisten Deputi Lingkungan Hidup ini, menurut Victor, pernah diungkapkan oleh lembaga anti korupsi Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI). "KAKI menengarai Blessmiyanda kerap melakukan pelambatan proses lelang hingga pelaksanaannya, karena kepentingan untuk memenangkan perusahaan tertentu," papar dia. 

"Saya berharap Gubernur Anies dapat konsisten dengan rencana penghapusan lelang konsolidasi, dan untuk itu diharapkan untuk mempertimbangkan kembali penunjukkan Blessmiyanda sebagai Kepala BPPBJ," tandasnya.(R|TAp)

Komentar
Berita Terkini