Laporan Jeje Tobing
Pengukuhan dan Pelantikan Team Pemenangan JTP FRENDS se Kecamatan Muara yang dilaksanakan pada Jumat 08 Maret 2018 berjalan sukses, meriah dan heboh.
Desa Unte Mungkir, menjadi saksi takkala Team Pemenangan JTP FRENDS MUARA begitu optimis untuk memenangkan suara dari Kecamatan Muara.
Acara yang dilaksanakan, persis disebelah kanan pintu masuk Kota Muara itu dikenal sebagai kampung halaman Tokoh Karismatis Syamsul Sianturi, pengusaha sukses yang berasal dari Kota kecil di pinggiran Danau Toba tersebut.
Dalam sambutannya Frengki Simanjuntak, Calon Wakil Bupati Taput itu, pertama sekali mengucapkan terimakasih kepada hadirin terutama karena moment pelantikan itu dilaksanakan di depan sebuah rumah adat Batak.
"Pelantikan Team Kecamatan ini sungguh sebuah moment yang luar biasa, karena dilangsungkan persis didepan sebuah rumah Adat; hal ini merupakan isyarat bahwa kita sebagai orang Batak masih mencintai Adat dan Budaya kita yang menganut sistim kekerabatan Dalihan na Tolu," papar Frengki mengawali sambutannya.
Frengki juga menjelaskan bahwa salah satu butir dari visi dan misi mereka, adalah menyangkut Budaya dalam pengertian yang luas dan jika kelak mereka terpilih; akan mereka berdua akan memberikan perhatian yang optimal terhadap Budaya dan Kebudayaan.
Frengki juga memaparkan bahwa, diantara tiga Paslon yang berlaga di Taput, Paslon Nomor DUA merupakan Paslon yang memiliki kekerabatan yang amat dekat dengan warga Muara, berhubung mertua dari Isteri Calon Bupati JTP, adalah Boru Sianturi dari Muara.
Hampir senada dengan pesan yang disampaikan oleh Frengki, JTP (sebutan untuk DR. Jonius Taripar Parsaoran M.Si S.Si); dalam sambutannya memperjelas bahwa mertuanya perempuan benar berasal dari Muara dan hampir tiap tahun keluarga mereka datang ke Muara, mengunjungi keluarga atau Ziarah.
"Kalau leluhur saya dari Muara, masak saya sebagai Bupati tidak memperhatikan Muara?" papar JTP dan disambut dengan tepuk tangan yang membahana.
"Kami menawarkan program yang bernuansa kebudayaan, karena memang kita Orang Batak adalah insan yang berbudaya. Dan Budaya yang kita lakoni saat ini, hemat saya sudah mengalami pergeseran nilai bahkan sudah banyak yang rusak," papar JTP.
Lebih jauh, JTP menjelaskan bahwa Pendidikan dan Kesehatan amatlah penting ditingkatkan karena melalui kedua bidang itu, warga Taput akan dimajukan dan dimampukan untuk meningkatkan SDM-nya.
"Pembangunan infrastruktur ke Muara memang sudah mulai bagus tapi jangan salah, bahwa itu bukan hasil kerja Pemkab Taput, melainkan karena kucuran dana Pusat, terkait dengan rencana pembentukan Badan Otorita Danau Toba (BODT): dan BODT juga sudah menyiapkan dana yang tak sedikit tapi sayang kita tak cukup lihai untuk melobi dana itu," ujarnya.
"Saya mau bertanya; berapa persenkah yang mendarat di Silangit lalu singgah berwisata ke Muara? Kenapa cuma sedikit?
Hal itu dikarenakan pengelolaan dan management yang salah," jawab JTP
"Ke depan, jika kami terpilih, kami akan memadukan konsep wisata Danau Toba dengan Budaya yang kita miliki. Rumah Batak di Taput hanya tersisa di Muara, tolong kita lestarikan agar kelak kita padu dalam paket wisata budaya," jelas JTP dengan tegas penuh harap.
"Saya polisi, sudah terbiasa menyelesaikan masalah yang sebelumnya tak diperkirakan. Ketika misalnya ada banjir, terjadi perkelahian dan lain sebagainya; saya sudah terbiasa menuntaskan masalah seperti itu. Pembangunan Taput kedepan harus direncanakan dengan baik, Anggaran yang ada jangan salah kelola lagi; jangan terjadi lagi Silpa APBD yang cukup besar," kata JTP mengakhiri orasinya.
Tatkala JTP menutup kata sambutan, para hadirin menjawab teriakan Yel-yel JTP FRENDS dengan jawaban;
"PASTI MENANG".(*)