JTP FRENDS: "Boru Do Hami di Tapanuli Utara On"

Administrator Administrator
JTP FRENDS: "Boru Do Hami di Tapanuli Utara On"
Jeje Tobing
Acara pasahathon jambar

Laporan Jeje Tobing


Dukungan demi dukungan kepada Paslon Nomor Dua, JTP FRENDS, (sebutan untuk Paslon DR. Jonius Taripar P. Hutabarat, M.Si S.Si  & Frengki P. Simanjuntak SE, M.Si) terus mengalir dari berbagai lapisan dan masyarakat Tapanuli Utara.


Selasa 20 Maret 2014 bertempat di Desa Pagar Batu, Sipoholon-Taput; warga yang bermukim di wilayah itu mengadakan Kebaktian Bersama sekaligus memberikan acara "Borhat-borhat" ( =memberangkatkan) JTP FRENDS sebagai  lambang dukungan dan doa restu, sebagaimana lazimnya dilakukan dalam Tradisi Adat Batak.


Usai acara kebaktian dan pemberian "Dengke Simudurudur" kepada Paslon, Tokoh Adat dan Penatua setempat, dalam sambutannya menghimbau agar Warga Pagar Batu tidak lagi berpaling ke lain hati.


"Sebagai putra kelahiran Pagar Batu, JTP harus  kita dukung karena memang dia sangat layak dan sangat kompeten untuk memimpin Taput ke depan. Jika JTP menang, maka itu merupakan sebuah kebanggaan bagi seluruh Warga Pagar Batu dan Sipoholon. 

Sebaliknya, meskipun dia terpilih tapi kalah suara di kampung halamannya, maka itu adalah hal yang sangat memalukan bagi kita," papar tokoh masyarakat tersebut dengan tegas.


"Jonok Partubu, jumonohan do Parhundul," lanjut Bapak B. Hutabarat dalam sebuah filosofi Batak, yang maknanya adalah bahwa meski dekat hubungan bersaudara namun masih lebih dekat lagi, orang yang bertetangga atau sekampung. 


Filosofi itu dialamatkan  karena memang JTP adalah putra kelahiran Pagar Batu, Sipoholon.


Di tempat yang sama, Banjir Simanjuntak (ayah dari Calon Wakil Frengki) dalam sambutannya menjelaskan pasangan JTP FRENDS adalah paslon yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik, pasangan yang energik dan gesit,  sehingga jika Taput dikelola oleh pasangan yang memiliki kompetensi seperti mereka, dia sangat yakin Taput ke depan akan lebih cepat maju.


Sementara itu, JTP dalam sambutannya menjelaskan perihal program mereka untuk lima tahun ke depan, yaitu untuk menjadikan Taput Berbudaya, Beriman, Maju dan Sejahtera.


"Waktu pertama missionaris datang ke Tapanuli, yang pertama diperkenalkan bukanlah ajaran agama tetapi terlebih dahulu mengenalkan  Pendidikan dan Kesehatan," sebut JTP di antara pidatonya.


Lebih jauh, kandidat bergelar Doktor ini, menjelaskan bahwa dalam diri pribadi setiap insan, apalagi sebagai orang Batak, maka ada tiga posisi dan jati diri yang melekat dalam kehidupannya, sebagaimana termaktub dalam budaya dan filosofi orang Batak. "Dalihan na Tolu" ( =Tungku nan Tiga) yang mencakup Trilogi: "Somba Marhula-hula, Elek Marboru, Manat Mardongan Tubu".


"Oleh sebab itu, jika kelak kami terpilih maka posisi kami sebagai Bupati dan Wakil bukanlah sebagai penguasa atau sebagai Hula hula atau dongan tubu!" lanjutnya.


"Boru do hami di Tapanuli Utara on, nang haduan tarpilit hami Bupati," tegas JTP dalam bahasa Batak, yang artinya bahwa jika kelak mereka terpilih dan dipilih, maka fungsi dan tugas mereka dalam konteks Tapanuli Utara adalah sebagai Pelayan, yang akan melayani warga Taput.(*)

Komentar
Berita Terkini