JCI Medan akan Gelar Acara Kampanye Perdamaian di Kawasan Danau Toba

Administrator Administrator
JCI Medan akan Gelar Acara Kampanye Perdamaian di Kawasan Danau Toba
ist|PelitaBatak
Dr RE Nainggolan foto bersama dengan 2017 Local President JCI Medan Irham Basyah didampingi 2017 Local Tresurer Jamson H T dan Secreatry General R Mawarni Putri.
Medan (Pelita Batak) :
Junior Chamber Internasional (JCI) Medan-Indonesia akan menggelar kampanye perdamaian dunia di Sumut, dan dipusatkan di kawasan Danau Toba, Kabupaten Tobasa, Balige dan Tapanuli Utara, Muara, 14-16 September 2017. Kegiatan dengan tema 'Peace is Possible' akan menampilkan tarian massal 11 etnis dan manggadong terbanyak dengan peserta 20 ribu orang.

Seperti disampaikan 2017 Local President JCI Medan Irham Basyah didampingi 2017 Local Tresurer Jamson H T dan Secreatry General R Mawarni Putri ketika bertemu Dr RE Nainggolan MM, Rabu (19/7/2017) di Medan.

Dijelaskan Irham, pemilihan tempat sebagai pelaksanaan ajang tahunan ini, selain pemerintah telah menetapkan kawasan Danau Toba sebagai KSN, rencana pemerintah menetapkan bandara Silangit sebagai bandara internasional, juga dikarenakan keberagaman yang ada di Sumut. Karena tujuan pelaksanaan acara ini adalah untuk kampanye perdamaian dunia.

"JCI bukan organisasi profit atau politik, bahkan SARA tidak ada di dalamnya. Maka, Sumut yang selama ini sudah terkenal dengan multicultural, menjadi salah satu alasan pemilihan pelaksanaan kegiatan ini," ujarnya.

Jadi, peserta yang terdiri dari perwakilan 128 negara akan berangkat dari Medan, menuju Simarjarunjung, Kabupaten Simalungun. Kemudian dilanjutkan ke Parapat, lalu ke Balige Tobasa dan Taput.

Puncak acara di tanggal 16 September akan dilakukan sejumlah kegiatan seperti jalan santai dari Tugu DI Panjaitan menuju Pantai Pasir Putih Bulbul. Kemudian ada aksi donor darah, imunisasi, cek kesahatan gratis dan yang lainnya.

Acara manggadong bersama sebanyak 20.000 orang akan menggandeng SD, SMP, dan SMA yang ada di Tobasa dan Taput. "Manggadong sebagai dukungan kita kepada pemerintah pusat mengkampanyekan ketahanan pangan dengan pangan lokal," ujarnya. Sementara tarian 11 etnis, menjadi lambang perdamaian di tengah perbedaan.

"Pada kesempatan itu, aka nada juga acara Indonesian Night, dimana Gubernur Sumut akan menjamu seluruh undangan dari luar negeri untuk sekaligus memaparkan potensi Sumut khususnya di dunia pariwisata," ujarnya lagi. Para undangan yang hadir adalah pelaku-pelaku usaha di bidang pariwisata," ujarnya. Indonesian Night akan dihibur oleh artis ibu kota Judika Sihotang.

Dr RE Nainggolan,MM sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Berhubung, pemerintah akan menetapkan Bandara Silangit sebagai bandara internasional September mendatang.

"Ini menjadi event yang saling mendukung, dan program serta kegiatan yang saling sinergi akan mempercepat apa yang akan kita inginkan di Sumut," ujar Ketua Kelompok Pakar Geopark Toba ini. Dia juga menyarankan agar dikemas berbagai kegiatan budaya lainnya seperti mangalahat horbo, tortor somba dan yang lainnya. Karena daya tarik pariwisata 65% disumbang karena budaya.

Ia juga menilai, pemilihan Balige dan Muara sebagai lokasi dan puncak acara sangat tepat. Selain menjadi KSN juga dekat dengan bandara Silangit.

RE Nainggolan berpesan, agar pelaksanaan kegiatan benar-benar dikemas sedemikian rupa. Sehingga undangan dari berbagai negara sesuai dengan jaringan JCI, tidak kecewa melainkan berkesan dan ingin kembali ke Sumut dengan cerita yang menyenangkan. (TAp)


Komentar
Berita Terkini