FGD RKI, Generasi Millenial Mengungkap Kunci Pembangunan Pariwisata Danau Toba

Administrator Administrator
FGD RKI, Generasi Millenial Mengungkap Kunci Pembangunan Pariwisata Danau Toba
Adol Frian Rumaijuk | Pelita Batak

Medan (Pelita Batak):

Kolaborasi berbagai pihak dan aspek sangat dibutuhkan dalam upaya mewujudkan pembangunan pariwisata di Danau Toba. Keberhasilan yang mendorong kepada geliat ekonomi masyarakat yang didasari keterlibatan masyarakat setempat dengan kearifan lokal.

Nilai tawar Danau Toba terus bergeliat di kalangan komunitas yang mengambil peran dalam promosi kawasan pariwisata yang masuk dalam super prioritas oleh pemerintah pusat itu. Rumah Karya Indonesia (RKI) yang beberapa tahun terakhir terus menggelar iven yang mengundang perhatian para komunitas pecinta alam yang menjadi wisatawan bagi kawasan danau Toba.

Hal itu merupakan pernyataan yang menguat dalam kegiatan Rumah Karya Indonesia (RKI) mengawali kegiatan tahun 2020 dengan launching Calendar of Ivent 2020 dan dirangkai dengan FGD dengan topik "Millenial bergerak untuk kebudayaan, pariwisata dan industri kreatif", Jumat (7/2/2020) di D'Caldera Coffee Medan.

Sebagaimana diutarakan salah satu pembicara, Jones Gultom, agar pemerintah melibatkan komunitas, masyarakat, media untuk sama-sama membangun pariwisata di Danau Toba. "Media jangan hanya jadi alat promosi, namun juga sebagai adu gagasan dan ide-ide," ujar jurnalis senior di Medan itu.

Jones yang juga aktif dalam kegiatan budaya di Sumut itu, sampai saat ini belum adanya kolaborasi elemen-elemen tersebut mengakibatkan citra buruk pariwisata di Danau Toba yang disajikan ke publik. "Semestinya yang harus kita munculkan adalah sisi positif, namun karena keterkaitan kerjasama diantara media khususnya, dengan Pemerintahan dalam hal ini dinas pariwisata dan kebudayaan maupun BPODT, muncullah hal negatif tentang pariwisata kita," ujarnya.

Narasumber lainnya, Kepala Desa Dokhan, Martinus Sembiring menegaskan abainya pemerintah kepada masyarakat sekitar lokasi wisata. Desa Dokhan yang sudah menjadi desa wisata sejak beberapa tahun, sangat minim pembangunan oleh pemerintah. "Entah apa salah kami masyarakat ini, daerah kami yang menjadi satu pintu gerbang masuk ke Danau Toba, nyaris tak ada pembangunan," katanya.

Padahal, Desa wisata Dokhan memiliki berbagai potensi. Menurut catatan Martinus, dalam setahun 8.000 wisatawan mancanegara sudah datang ke daerahnya. "Untuk wisatawan lokal, didominasi generasi Millenial. Kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah," ujarnya.

Mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provsu, Risma Hutabarat menyampaikan bahwa saat ini eranya generasi Millenial, yang gemar mencari hal baru dengan berwisata. Menjadi potensi bagi pengembangan sektor pariwisata.

Direktur RKI, Ojak Manalu mengatakan bahwa dalam berbagai ivent yang dialkukan pihaknya senantiasa melibatkan masyarakat sekitar. "Jangan kita merasa, dalam setiap ivent masyarakat setpat cukup hanya sebagai tukang parkir. Dari pengalaman RKI, masyarakat setempat kami ajak diskusi dan konsep mereka adalah konsep terbaik diterapkan di masing-masing kawasan," ujarnya.

Untuk itulah, RKI di tahun 2020 memiliki delapan calendar of Ivent yang akan digelar di kawasan Danau Toba dan di Kota Medan. "Kegiatan kita setiap tahun relatif terus bertambah dan meningkat. Dukungan pemerintah tetap kami sangat harapkan, semua bisa terwujud jika ada kerjasama semua pihak," katanya. (TAp)

Komentar
Berita Terkini