Ephorus HKBP Pimpin Natal Oikumene Kabupate Tobasa

Administrator Administrator
Ephorus HKBP Pimpin Natal Oikumene Kabupate  Tobasa
Pdt Alter Siahaan
Natal Oikumene Tobasa

Laporan: Pdt Alter Pernando Siahaan

Tobasa(Pelita Batak): Rabu 27 Desember 2017 bertempat di Kompleks Gereja HKBP Sigumpar, diadakan Natal Oikoumene Pemerintah - Gereja - Masyarakat - dan Anak Rantau  Kabupaten Tobasa yang dipimpin oleh Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing. Sekitar 3000 orang memadati Kompleks Gereja HKBP Sigumpar.

Salah satu arahan Bupati Tobasa menekankan agar seluruh warga bersama Gereja dan Pemerintah dan didukung oleh Anak Rantau untuk memajukan Kabupaten Tobasa Bonapasogit. 

"Jangan membuang waktu justru lama di Lapo (kedai) tuak, hanya bicara saja justru tidak bekerja. Lakukan tugas kita masing-masing. Bupati Tobasa juga menambahkan pentingnya tetap memelihara dan mengembangkan pertanian di Kabupaten ini sebagai lumbung pangan," ujarnya.

Selain itu juga Bupati Tobasa Ir. Darwin Siagian menambahkan ada moment penting tahun 2018 yang akan datang yaitu 100 Tahun Pasca Nommensen. "Ini sejarah bagi kita dan penting untuk berrefleksi serta mengevaluasi dan bagaimana kita ke depan untuk semakin maju dan berkualitas," katanya.

"Sebagai tuan rumah, masyarakat kecamatan Sigumpar dan Anak Rantau menyambut baik dan mendukung perayaan ini sekaligus untuk mengikat kesatuan pemerintah dan gereja maupun masyarakat. Bahkan juga ada harapan dua tahun ke depan, sigumpar menjadi tempat Perayaan Natal berskala Nasional," ungkap Ketua Panitia Soltan Simangunsong, ST.

Sementara Praeses HKBP Distrik IV Toba Pdt. Mangantar Tambunan yang melayani sebagai liturgis, mengapresiasi Yayasan Nommensen Sigumpar yang bekerja keras terlaksananya Natal ini. Praeses Tambunan juga menambahkan kalau Gereja-gereja pasti mendukung program pemerintah guna mensejahterakan masyarakat. 

Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing mengatakan dalam khotbahnya dari Kolosse 3: 15: Damai Sejahtera Kristus saja yang bisa memerintah dan setia dalam hidup manusia. Damai sejahteraNya melampaui akal pikiran manusia, bahkan tidak masuk akal. Damai Sejahtera Allah itu bukan yang dipikirkan manusia, justru terkadang justru berlawanan dengan pikiran manusia. 

Sebagaimana peristiwa Maria yang melahirkan Yesus, seorang perempuan yang tidak kenal dan tidak berhubungan dengan laki-laki, justru dikatakan Malaikat akan mengandung dan melahirkan. Respon Maria yang manusiawi dan seorang yang pintar, bagaimana mungkin aku akan melahirkan padahal aku tidak berhubungan dengan laki-laki, ketika Malaikat menjelaskan apa yang akan terjadi dengan mengatakan kata kunci "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil".

Lalu Maria menjawabnya dengan imannya, aku adalah hamba Allah maka jadilah sebagaimana kehendakMu. Ini realitas Damai Sejatera Allah, akan dan terus dinyatakan kepada kita semua. Maka pakailah pikiran kita dan prioritaskan iman dalam hidup ini.

Ini juga diyakini menjadi moment penting untuk mengembangkan wisata Danau Toba sebagai destinasi wisata. Danau Toba dengan keindahannya merupakan Anugerah Tuhan bagi seluruh masyarakat Tapanuli, dan Kabupaten Tobasa ikut merasakannya. Pemerintah Pusat memberikan perhatian untuk mengembangkan Wisata Danau Toba yang didukung Pemerintah Daerah.

Bahkan Ephorus HKBP juga mengapresiasi kepemimpinan dan perhatian dari Presiden  Joko Widodo, ada fasilitas dan program yang dibangun dalam rangka mengembangkan Tapanuli.

Tobasa sejak diresmikan menjadi kabupaten sejak 9 Maret 1999, yang diawali dengan 13 Kecamatan, 281 Desa, dan 19 Kelurahan, lalu berkembang dengan bertambahnya 5 Kecamatan, dan pada tahun berikutnya yang semakin bertambahnya kecamatan. Sekarang di masa pemerintahan Bupati Ir. Darwin Siagian sesuai dengan Visi Tobasa "Terwujudnya Masyarakat yang memiliki rasa Kasih, Peduli, dan Bermartabat", fokus mengembangkan pertanian, fasilitas pendidikan dan sarana masyarakat umum, demikian dengan Pengembangan Wisata Danau Toba yang lagi populer saat ini. Ada banyak harapan masyarakat dan gereja dalam kepemimpinan Bupati Darwin Siagian ini. 

Natal yang diawali dengan prosesi dari Kampus IT DeL disambut dengan tarian Tortor tepat di Gerbaang Gereja, dan disambut masyarakat, dirangkai dengan Kata Sambutan oleh Ketua Panitia Natal, Tokoh Masyarakat, Ketua BKAG Pdt. Donda Simanjuntak, Ketua DPRD, dan diakhiri oleh arahan oleh Bupati Tobasa. 

Turut hadir; Anak Rantau Kabupaten Tobasa, Bupati - Wakil Bupati, Seluruh SKPD Tobasa, dan masyarakat Tobasa, Dandim, Kapolres, Kajari, Tokoh-tokoh masyarakat, dan Para Pendeta serta Pimpinan Gereja yang ada di Tobasa.(*)

Komentar
Berita Terkini