Dua Priode Bupati Syahrul M Pasaribu, Luat Harangan Tapsel Masih "Harangan"

Administrator Administrator
Dua Priode Bupati Syahrul M Pasaribu, Luat Harangan Tapsel Masih "Harangan"
Saut Togi Ritonga | Pelita Batak

Tapanuli Selatan (Pelita Batak) :

Pembangunan perkantoran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di Kecamatan Sipirok, dari gedung kantor yang megah, pembuatan taman yang habiskan dana bermilyar milyar hingga mobil dinas/jabatan yang mentereng tampaknya tidak membuat warga sekitar menikmati berkah pembangunan.

Sebab ternyata, wilayah luat Harangan yang berada juga berada di kecamatan Sipirok masih terpencil dan terisolir hingga saat ini yang hampir menuju akhir 2 (Dua) priode kepemimpinan Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M. Pasaribu.

Luat Harangan merupakan sebutan dari beberapa dusun dan desa yang dapat ditempuh dari Jalan Simangambat (Bunga Bondar) Simpang Danau Marsabut - Gadu kecamatan Sipirok yang panjangnya sekitar 18 kilometer namun hingga 74 tahun RI Merdeka ini belum memiliki akses jalan yang layak bagi 2050 jiwa lebih penduduk Dolok Sordang Julu dan sekitarnya

Fakta ini menunjukkan bahwa Bupati Syahrul M. Pasaribu selama sembilan tahun pemerintahannya dituding abai terhadap warga penduduk yang dijuluki dengan Luat Harangan yang pengertiannya adalah daerah terpencil, terisolir, terbelakang dan bahkan daerah termarginal. 

Tokoh masyarakat (hatobangon) Desa Pangaribuan Usman Siagian (70) kepada wartawan mengatakan jalan jalan Bunga Bondar - Gadu dibuka pada era 1989-1994, sudah dapat dilintasi warga dengan mudah walaupun belum aspal hotmix. 

"Waktu itu tidak ada keluhan masyarakat desa Dolok Sordang Julu bersama dusun Janji Lobi dan dusun Hasahatan Dolok, berikut desa Pangaribuan bersama dusun Gadu, desa Pargarutan dan desa Panaungan namun sekarang kondisi jalan nya sudah sangat rusak parah dan tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten," ujarnya.

Dikatakannya, pada pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati Tapsel, warga liat harangan memberi suara yang signifikan kepada Syahrul M Pasaribu karena masyarakat menaruh harapan penuh kepada Syahrul untuk peduli dan aspiratif terhadap jerit serta keluhan mereka yang sudah lama menanti terwujudnya perbaikan jalan yang hanya sekitar 18 kilometer tersebut, namun hingga kini tidak juga tercapai.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif LSM Aliansi Rakyat Merdeka (ALARM), Ryzhak Moornif Hutasuhut kepada wartawan, Sabtu (23/08/2019) malam mengaku kecewa atas sikap Pemkab Tapsel yang dinilai meng-anak tiri kan pelosok Sipirok -Angkola Timur yang merupakan wilayah sekitaran tidak jauh dari pusat perkantoran Pemkab Tapsel.

"Untuk apa gedung perkantoran megah, pengadaan taman bermilyar milyar, mobil dinas mewah bila masih ada daerah terbelakang dan terisolir termasuk salah satu contohnya kawasan Luat Harangan yang terkesan masih tetap harangan itu," ujar Moornif.

Ia menilai mobil-mobil mewah pemkab Tapsel digunakan cuma untuk gagah-gagahan, pamer dan mejeng di komplek perkantoran. 

"Demi pelayanan publik, terutama untuk memudahkan para anak bangsa menuntut ilmu dari Camp 3 Perkebunan Phinus sejauh empat kilometer menuju desa Pangaribuan dan satu kilometer dari desa Pangaribuan menuju dusun Gadu sebagai SD terdekat, seharusnya pemkab memperbaiki jalan kabupaten dan mengangkut para murid berangkat sekolah dan pulang sekolah dengan mobil-mobil mewah milik negara sebelum perbaikan sarana jalan rampung," pungkasnya. (Saut Togi Ritonga)

Komentar
Berita Terkini