Diduga Asal Jadi Rehab Tanggul Senilai Rp 1,5 M di Aek Siboruon Kecamatan Sipahutar

Administrator Administrator
Diduga Asal Jadi Rehab Tanggul Senilai Rp 1,5 M di Aek Siboruon Kecamatan Sipahutar
Freddy Hutasoit
Bangunan tanggul yang diduga dikerjakan asal jadi

Taput(Pelita Batak): Rehabilitasi  tanggul Aek Siboruon Kecamatan Sipahutar yang berbiaya Rp 1,5 miliar dengan sumber dana APBD Kabupaten Tahun 2017 diduga dikerjakan asal jadi. Pada pengerjaan awal diduga bangunan tanggul tidak memilki pondasi,sehingga selalu ambruk saat hujan turun.


Hal itu disampaikan oleh Ketua LSM Pijar Keadilan Sumatera Utara Osborn Siahaan kepada Pelita Batak, Selasa 24 Januari 2018 di Siborongborong.


"Pada pengerjaan awal sudah kita ikuti, bahkan pengambilan pasir dari sungai Aek Siboruan juga. Dalam hal itu pengusaha atau rekan sudah untung dari pasir. Namun kenyataan di lapangan rekanan diduga juga untung dari semen, sebab campuran tidak sesuai dengan spesifikasi yang sudah di tentukan di Rencana Anggaran Biaya (RAB)," ujar Osborn


Lanjut Osborn, untuk itu pihaknya akan menyusun laporan pengaduan,dan akan menyampaikan kepada  Kejatisu bersama dengan rekaman video pada waktu pelaksanaan pengadukan campuran semen dengan pasir. Dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan tanggul Aek Siboruon yang dikerjakan CV DM diduga asal jadi,sehingga beberapa kali bangunan tersebut ambruk saat pengerjaan.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara Yunus Caesar Hutauruk, saat di konfirmasi baru-baru ini mengatakan kegiatan rehabilitasi pembangunan Tanggul Aek Siboruan yang ada di Kecamatan Sipahutar sudah rampung pada Desember 2017, dan sempat terhambat karena faktor cuaca hujan pada Desember. 


"Namun kegiatan tersebut dapat selesai sebelum batas waktu yang ditentukan," ungkapnya.


Yunus menambahkan,dari sejumlah kegiatan dari BPBD Taput. Hanya satu perusahaan yang diputus kontrak dan blacklist, dan itu disebabkan bahwa progres kegiatan tidak mencapai 50 %, sehingga PPK melayangkan surat kepada pihak rekanan, agar kegiatan tersebut dihentikan.


Sejumlah warga Onanrunggu Kecamatan Sipahutar mengaku bingung melihat cara kerja rekanan tersebut. Pekerja di lapangan sering gonta-ganti. (FH)

Komentar
Berita Terkini