Blusukan ke Adiankoting, JTP FRENDS Sangat Prihatin dan Sedih

Administrator Administrator
Blusukan ke Adiankoting, JTP FRENDS Sangat Prihatin dan Sedih
Jeje Tobing
Bertemu dan berdialog dengan warga

Laporan Jeje Tobing


Musim kampanye dalam ajang Pilkada Taput yang akan dilangsungkan pada bulan Juni 2018 mendatang, oleh JTP FRENDS dimanfaatkan dengan acara kunjungan langsung kepada warga Taput, meski harus berjibaku untuk sampai ke dusun terpencil yang sama sekali belum bisa dilalui kendaraan roda empat.


Kamis, 12 April 2018, JTP FRENDS dan rombongan, mengawali blusukan di Desa Banuaji II, Dusun Sitarealaman dan Nahornop dimana di kedua Dusun ini JTP FRENDS disambut baik dan hangat. Selanjutnya rombongan tiba di Adiankoting, Ibukota Kecamatan, untuk melayat di rumah duka, salah seorang keluarga Marga Hutabarat yang meninggal dunia.

Rombongan, kemudian meneruskan lawatan ke wilayah Kecamatan Adiankoting yang meliputi Desa Pagaran Lambung Satu, Dua, Tiga dan Empat. Dusun yang ada dalam wilayah ke-Empat Desa tersebut, mulai dari Dusun Sidari, Sitapayan Surumatinggi, Kobun, Siupar, Parlobu-lobuan dan Sitorngom tak luput dikunjungi oleh Kandidat dan rombongan.


Sewaktu berada di Dusun Parlombu-lobuan, nampak raut wajah JTP sangat prihatin dan menghiba melihat kondisi dan keadaan di Dusun tersebut, yang sama sekali belum dimasuki Lisrik dan akses jalan ke wilayah itupun cukup parah dan banyak ancaman, karena kondisi jalan yang hancur ditambah lagi jurang yang menganga di pinggir jalan.


"Bagaimana mungkin anak ini mau pintar dan  meraih cita citanya jika lampu listrik belum ada dan sarana sekolah tidak layak," papar JTP dalam bahasa daerah, sambil meraih seorang anak di Dusun Siupar.


" Ai hira naso merdeka dope hami Amang, jala dibagasan haholoman dope hami" papar seorang Ibu sepuh mengeluh dalam bahasa Batak (kami belum merdeka pak dan kami masih berada dalam keterbelakangan dan kegelapan).


"Saya sedih melihat keadaan ini Inang," papar JTP dengan mimik muka memelas dan sendu.

"Dan karena kondisi yang beginilah maka saya merasa terpanggil untuk memperbaiki keadaan, itu sebabnya saya berani mengambil resiko untuk mencalonkan diri dan saya harus merelakan atau melepas jabatan di kepolisian. Jika saya tetap jadi Kapolres maka saya tak memiliki kuasa untuk memperbaiki keadaan yang terbelakang ini. Saya baru bisa mengambil keputusan penting untuk merubah keterbelakangan, hanya jika saya terpilih jadi Bupati," terang JTP dengan mantap.(*)

Komentar
Berita Terkini