BAKERCAB GMNI Kota Medan Gelar Aksi di Hari Pahlawan ke Balai Kota

Administrator Administrator
BAKERCAB GMNI Kota Medan Gelar Aksi di Hari Pahlawan ke Balai Kota
Ist|PelitaBatak
Medan (Pelita Batak) :
Seraturan massa yang tergabung dalam Badan Kerja Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (Bakercab) Kota Medan melakukan aksi di depan Balai Kota Medan, Jumat (10/11/2017). Aksi yang dilakukan bertepatan pada hari pahlawan ini, menuntut pemerintah yang transfaran dan merakyat tidak hanya bersifat elitis.

Sebab, Otonomi Daerah Sebagai Perwujudan Pemerintahan Lokal (Pemerintahan Daerah) sebenarnya didasarkan pada harapan untuk tidak terjadinya pemusatan kekuasaan pada satu orang atau satu lembaga untuk terciptanya iklim demokrasi dan kedaulatan rakyat yang sejati-jatinya.

Demikian disampaikan Ketua Bakercab Yersa Umar Hasibuan dalam orasinya, yang diamini oleh seluruh pengunjuk rasa yang mengusung umbul-umbul berupa poster dan spanduk.

Disampaikan, Kota Medan yang termasuk dalam kota besar di Indonesia tidaklah juga terhindar dari tuntutan pembangunan daerah atas dasar otonomi yang berkeadilan dan berkerakyatan. Sebagai kota metropolitan, persoalan mendasar seperti macet, banjir, ketimpangan sosial, penegakan hukum dan HAM, infrastruktur dan tata kota yang kurang memadai, IMB yang bermasalah hingga minimnya ruang terbuka hijau (RTH) masih tetap belum terlihat bisa diatasi oleh Pemko Medan.

Padahal sebelumnya, rezim kepemimpinan Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution berjanji akan fokus dalam pembangunan infrastruktur, seperti fasilitas kesehatan, revitalisasi pasar tradisional, dan peningkatan kualitas pendidikan yang menjadiprioritas utama dalam pembangunan lima tahun kedepan, seperti yang telah dijelaskandalam RPJMD Kota Medan 2016-2021.

Disampaikan juga, bahwa peran kepala daerah sangat menentukan hasil pembangunan daerah. "Apabila tidak ada political will dari pimpinan, usaha-usaha perbaikan tidak dapat dilakukan. Selain itu, dibutuhkan kepala daerah yang memang mampu dan tanggap terhadap respon dan keluhan masyarkat hingga kepada penglihatan masalah di lapangan ,yang kesemua itu sudahlah jelas bahwa peran pemimpin daerah adalah sebagai pelayan dan pengayom masyarakat," jelasnya yang juga didampingi Jhonny Frens Gultom selaku sekretaris.
 
Untuk itu, pihaknya menyampaikan tuntutan diantaranya, adanya kepemimpinan yang merakyat dan tidak hanya bersifat elitis; Transparansi anggaran dan pemanfaatan APBD yang efisien; Tutup kebocoran anggaran yang terjadi; Pemberdayaan masyarakatagar terjadinya gotong royong pembanguna; Turunkan pemimpin yang dzolim dan khianat terhadap amanat penderitaan rakyat.

Aksi ini berjalan dengan lancar, setelah menyampaikan orasi dan mendapat tanggapan dari perwakilan Pemko Medan, massa membubarkan diri. (TAp)
Komentar
Berita Terkini