Anggota DPRD Sumut, Sopar Siburian : Kini Warga Danau Toba Mau 'Tidur' Lagi

Administrator Administrator
Anggota DPRD Sumut, Sopar Siburian : Kini Warga Danau Toba Mau 'Tidur' Lagi
Ist|PelitaBatak
Sopar Siburian, Anggota DPRD Sumut

Medan (Pelita Batak) :
Masyarakat kawasan Danau Toba hingga kini belum bisa melihat secara nyata program pembangunan yang diwacanakan pemerintah. Jika beberapa waktu lalu warga sudah sempat terbangun dari tidurnya, kini mereka sudah ingin kembali ke tidurnya.

Demikian Anggota DPRD Sumut Sopar Siburian menyebutkan ketika mengomentari kondisi saat ini, dimana sejumlah program pembangunan kawasan pariwisata Danau Toba masih sebatas wacana.

] Panitia Lomba Antar Desa di Pinggiran Danau Toba Audiensi dengan Bupati Humbahas

Menurutnya, jika pun di era pemerintahan Presiden Joko Widodo banyak kunjungan ke kawasan Danau Toba hanya membuat warga 'terbangun'. "Kunjungan presiden dan pejabat negara itu hanya membangunkan warga dari tidurnya. Tapi sayang, saat mereka tidur mereka tidak melihat atau menemukan sarapan pagi," kata Politikus Partai Demokrat ini.

Masyarakat hanya dihibur dengan agenda pembangunan, yang hingga kini tidak direalisasikan di lapangan. "Jangan sampai masyarakat ini kembali apatis dengan pemerintah. Melihat kondisi saat ini, masyarakat kembali ingin tidur," ujar Sopar.

Pembangunan infrastruktur menjadi harapan masyarakat sekitar Danau Toba. Masyarakat sekitar menurut Sopar sudah lama sadar akan perlunya menjaga lingkungan dan dunia pariwisata. Namun, kehadiran pemerintah belum bisa dirasakan warga sekitar.

Lomba kebersihan dan yang lainnya selama ini dinilai hanya seremonial semata. "Perbaikan infrastruktur wajib hukumnya, masyarakat tidak butuh lagi yang seremonial," ujarnya. Sopar berharap agar ada pembangunan fasilitas seperti sekolah pariwisata dan faktor pendukung lainnya.

Untuk itulah, kehadrian Badan Otorita Danau Toba hendaknya memberikan tindakan nayata di tengah masyarakat. Masyarakat juga harus mendukungnya, karena merupakan produk dari pemerintah. "Tidak kapasitas kita menolak BODT, karena itu produk pemerintah. Tapi kita harapkan bisa menjadi jawaban bagi masyarakat sekitar," lanjutnya.

Jika selama ini pemerintah menggaungkan akan memperbaiki kawasan Danau Toba dan menjadikan kawasan pariwisata bertaraf internasional, Sopar sangat sepakat hal itu. Namun, jangan terbesit di pikiran oleh siapa saja untuk mengubah kultur kawasan Danau Toba. "Kultur itu adalah budaya, kehidupan, dan identitas masyarakat. Konsep pembangunan pariwiasata Monaco, Bali dan yang lainnya perlu diserap, namun jangan sampai merobah kultur yang ada," ujarnya.(TAp)

Komentar
Berita Terkini