Warga Rel Simpang Kantor Desak Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penyerangan Rumah, Korban Ancam Gelar Aksi ke Polda Sumut

Administrator Administrator
Warga Rel Simpang Kantor Desak Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penyerangan Rumah, Korban Ancam Gelar Aksi ke Polda Sumut
Ist | Pelita Batak
Screen Shoot rekaman cctv warga yang menunjukkan aktifitas sekelompok orang yang meresahkan warga pinggir Rel Simpang Kantor

Medan (Pelita Batak):

Sejumlah warga yang bermukim di kawasan pinggiran rel, Simpang Kantor Kelurahan, Kecamatan Medan Labuhan, mengaku masih diliputi trauma pascaaksi penyerangan dan perusakan rumah yang diduga dilakukan sekelompok orang yang disebut sebagai geng motor "GEMOT" pada Senin 17 Juli 2026 dini hari.

Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video CCTV warga yang kini beredar di tengah masyarakat. Dalam rekaman itu tampak sekelompok orang membawa senjata tajam (sajam) saat melakukan aksi di kawasan Pekan Labuhan, Martubung, hingga Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan.

Selain itu, dalam video juga terlihat seseorang diduga mengarahkan sinar laser yang disebut-sebut menjadi penunjuk sasaran bagi para pelaku saat melakukan penyerangan terhadap rumah warga. Warga menduga aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya. Namun, dugaan adanya aktor intelektual maupun motif di balik peristiwa tersebut masih memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan kepolisian.

Kasus ini telah dilaporkan oleh korban, Ganda Putra Simbolon dan warga lainnya ke Polsek Medan Labuhan. Laporan Ganda Simbolon pada 17 Juli 2026 dengan nomor pengaduan : LP/B/768/VII/2026/SPKT UNITRESKRIM POLSEK MEDAN LABUHAN/POLRES BELAWAN/POLDASU. Pengaduan juga dilakukan warga lainnya diantaranya Junkifli dan Denis Pranata Simbolon. Dalam laporan tersebut, korban turut mencantumkan sejumlah nama yang diduga terlibat, yakni berinisial AN, JS, DS, HK, serta beberapa orang lainnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Medan Labuhan mengenai perkembangan penanganan perkara maupun status para terlapor.

Warga berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap para pelaku yang dianggap telah menimbulkan keresahan di lingkungan mereka.

"Kami masih trauma dengan kejadian itu. Kami berharap polisi segera menangkap para pelaku agar masyarakat merasa aman kembali," ujar salah seorang warga.

Warga juga menyatakan, apabila tidak ada perkembangan penanganan kasus dalam waktu dekat, mereka berencana menggelar aksi unjuk rasa di Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) sebagai bentuk desakan agar kasus tersebut segera diproses sesuai ketentuan hukum.(*)

Komentar
Berita Terkini