Rupiah Melemah, Wisatawan Mancanegara ke Sumut Justru Meningkat, Malaysia Masih Mendominasi

Administrator Administrator
Rupiah Melemah, Wisatawan Mancanegara ke Sumut Justru Meningkat, Malaysia Masih Mendominasi
Ist

Medan (Pelita Batak):

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada 2026 tidak berdampak negatif terhadap sektor pariwisata Sumatera Utara. Sebaliknya, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) justru menunjukkan tren meningkat, didorong oleh daya tarik destinasi unggulan seperti Danau Toba, Kepulauan Nias, Bukit Lawang, dan kawasan wisata lainnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat, jumlah wisman yang berkunjung ke Sumatera Utara pada April 2026 mencapai 24.815 orang, meningkat 0,87 persen dibandingkan Maret 2026 dan melonjak 24,40 persen dibandingkan April tahun sebelumnya. Tren positif ini juga tercermin pada periode Januari-Maret 2026, di mana jumlah kunjungan wisman mencapai 72.034 orang, naik 13,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra, menyebut peningkatan tersebut menunjukkan bahwa destinasi wisata di Sumatera Utara tetap memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan asing.

Selain meningkatnya jumlah kunjungan, komposisi asal wisatawan juga menarik perhatian. Malaysia masih menjadi negara penyumbang wisatawan terbesar dengan kontribusi 52,43 persen dari total kunjungan wisman ke Sumatera Utara. Posisi berikutnya ditempati Singapura sebesar 5,01 persen, Tiongkok 4,36 persen, dan Belanda 2,37 persen. Sementara itu, kunjungan wisatawan dari Prancis dan Belanda mengalami peningkatan cukup signifikan pada April 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah wisatawan asal Prancis naik dari 218 orang menjadi 496 orang, sedangkan wisatawan asal Belanda meningkat dari 253 orang menjadi 587 orang.

Secara nasional, BPS juga mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia meningkat 7,22 persen secara tahunan pada April 2026, di tengah pelemahan rupiah. Sejumlah pengamat menilai kondisi tersebut membuat biaya berwisata di Indonesia menjadi lebih kompetitif bagi wisatawan asing sehingga turut meningkatkan minat berkunjung.

Peningkatan kunjungan wisatawan turut berdampak pada industri perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Utara pada April 2026 ikut mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, mengindikasikan meningkatnya aktivitas pariwisata dan perjalanan bisnis di daerah tersebut.

Peluang Besar bagi Pariwisata Sumut

Meningkatnya kunjungan wisatawan asing di tengah pelemahan rupiah menjadi peluang bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pelaku industri pariwisata untuk memperkuat promosi destinasi unggulan. Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas, keindahan pantai dan budaya Nias, ekowisata Bukit Lawang, hingga wisata kuliner Kota Medan dinilai memiliki potensi besar untuk menarik lebih banyak wisatawan dari Malaysia, Singapura, Eropa, maupun negara-negara Asia lainnya.

Dengan penguatan konektivitas penerbangan internasional, peningkatan kualitas layanan, serta promosi yang lebih agresif, Sumatera Utara berpeluang mempertahankan bahkan meningkatkan tren pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2026. (*)

Komentar
Berita Terkini