Anak Medan Sepakat, Tolak Hoax di Medsos

Administrator Administrator
Anak Medan Sepakat, Tolak Hoax di Medsos
Adol|Pelitabatak
Lisbet Sihite, Toga Nainggolan dan AD Handoko
Medan (Pelita Batak):
Puluhan pegiat media sosial (medsos) yang didominasi anak-anak muda di Medan sepakat untuk cerdas menggunakan medsos dan tidak mudah terpengaruh dengan hoax yang menjamur di dunia maya. Bukan saja sekedar wadah ekspresi namun media sosial kini menjadi suatu ruang yang begitu luas yang dapat diakses oleh siapa saja dan digunakan untuk apa saja.

Mulai dari ibu rumah tangga, anak sekolah, politisi, pedagang bahkan semua profesi memanfaatkan jejaring medsos untuk kepentingan kegiatannya. Bahkan seolah tidak ada  batasan, sehingga menjadi ruang yang sangat luas yang bisa merubah dunia nyata.

Untuk itulah, pegiat medsos di Medan sepakat untuk tidak termakan oleh informasi hoax. Kesepakatan timbul saat diskusi #AnakMedanAntiHoax Chirurgie Cafe, Jl KH Wahid Hasyim No 440 Medan, Sabtu 25 Agustus 2018.

Diskusi dengan pembicara AD Handoko (pengacara), Toga Nainggolan (penulis, pegiat medsos @jokefisien dan @TogaMD) dan Lisbet Sihite (Pegiat Medsos @Kisbet_ pemilik usaha statup). Serta dipandu MC Dewa Soegiarto dan ihibur Band Chillo & Friends.

Dikatakan Toga Nainggolan, bahwa media sosial akan merubah dunia nyata jika para pemilik akunt tidak mampu saling kontrol. Menutup popularitas atau rating berita hoax harus dilakukan dengan kampanye-kampanye positif di media yang sama. Sehingga, nitizen tidak hanya disuplay dengan berita yang tidak benar bahkan berbau hasutan ke arah yang tidak baik.

Dijelaskan AD Handoko, kini medsos menjadi hal penting dan bahkan bisa berbahaya jika pengguna tidak cerdas. "Hoax lewat medsos bahkan bisa membunuh orang lain di dunia nyata. Maka kita harus cerdas dan pahami dampak tindakan kita dalam bermediasosial," kata praktisi hukum ini.

Dari sisi lain, Lisbet yang menggunakan medsos sebagai lahan bisnis berjualan, baginya bisa saja 'lebay' dalam bermedsos, namun tidak bisa bohong. "Medsos sangat penting dalam  pemasaran produk. Kalau jualan boleh lebay, tapi ga boleh bohong," akata Lisbet pemilik merk Kopi Dolok Sanggul ini.

Kini banyak menjadi 'artis medsos' yang tidak luput dari serangan atau gangguan haters. "Selain konsisten syarat artis medsos adalah memfilter endorse yang datang. Jangan sampe justru ikut menyebarkan hoax, kebencian dan tujuan menjatuhkan, berapapun bayarannya," katanya.

Acara ini berlangsung hangat bersahabat, seluruh pegiat medsos yang hadir saling bersengkerama dan memberikan masukan satu sama lain. Dengan mengenakan kaos bertuliskan #AnakMedan #AntiHoax mereka terlihat kompak dan menikmati kebersamaan. (TAp)
Komentar
Berita Terkini