Diakui mereka juga jika pihak PDAM kadang mendatangkan mobil tangki air ke lingkungan mereka, untuk memenuhi air di lingkungan tersebut. Tapi menurut mereka walapun mobil tangki air datang itu tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan air mereka.
"Alasan mereka bila kami datang menanyakan tidak mengalirnya air. Pihak PDAM selalu beralasan jaringan penyaluran air ke lingkungan mereka bermasalah. Bukan itu saja pihak PDAM pun beralasan karena pembagian air tidak memadai," ujar Dewi salah seorang warga.
Sebagai konsumen mereka berharap pihak PDAM TIRTANADI untuk pelayanan air minum di lingkungan mereka jangan di anak tirikan, karena menurut mereka di lingkungan lain yang dekat mereka air minumnya selalu lancar.
Diakui mereka untuk pembayaran tagihan air minum mereka tidak pernah telat.Walaupun di lingkungan mereka air mengalir tidak maksimal untuk urusan pembayaran tagihan air minum mereka selalu taat.
"Berikan kami kepastian kenapa daerah kami saja yang seperti itu. Untuk Kelurahan Batang Ayumi Julu, lingkungan kami Gg.Pendidikan, untuk air minum oleh PDAM kami seperti di anak tirikan," teriak ibu-ibu tersebut.
Saat Ibu-Ibu ini mendatangi Kantor PDAM TIRTANADI untuk audensi tak satupun petinggi PDAM TIRTANADI ini yang berada di tempat. Tampak dari raut wajah Ibu-Ibu tersebut penuh kekecewaan. Apa lagi pada saat bulan Ramdhan ini, air sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
"Direktur lagi di luar kota, sementara Kabag.Produksi dan Jaringan lagi di lapangan," kata salah satu staf menjelaskan kepada massa ibu ibu tersebut .(Sultony Siregar/STR)