2019 Pembangunan Listrik Desa Senilai Rp 300 Miliar di Nias

Administrator Administrator
2019 Pembangunan Listrik Desa Senilai Rp 300 Miliar di Nias
TAp|pelitabatak
Wakil Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH MM

Medan (Pelita Batak):

Keberlanjutan pembangunan sektor kelistrikan di kepulauan Nias masih harus terus dilakukan agar seluruh daerah bisa menikmati aliran listrik. Wakil Ketua DPD RI Parlindungan Purba SH MM mendorong, PT PLN (Persero) terus meindaklanjutinya termasuk setelah peresmian Kantor PLN (Persero) ULP Nias Barat pada 7 November 2018.

"Energi listrik menjadi kebutuhan mendasar saat ini, Nias memiliki potensi yang luar biasa. Investor sudah memberi perhatian untuk kepulauan Nias, namun semuanya harus saling mendukung dan didukung," ujar Senator asal pemilihan Sumut itu kepada media, Kamis (8/12/2018). Seperti halnya di Nias Barat, dibutuhkan pembangunan Gardu Hubung (GH), sehingga bisa terhubung dengan Gardu Induk Idanoi Kabupten Nias.

Hal ini juga sesuai dengan aspirasi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Nias Barat yang disampaikan Bupati Faduhusi Daely,S.Pd. Maka Parlindungan meminta kepada Dirut PT PLN (Persero) untuk memberi perhatian untuk persoalan tersebut.

Sebagai informasi yang diperoleh Parlindungan, bahwa di tahun 2019 pembangunan listrik desa dengan alokasi dana RP 300 miliar. Hanya saja, masih banyak kendala di lapangan sesuai dengan evaluasi pihak PLN di lapangan.

"Saya mendapat informasi dari  GM PT PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto, bahwa untuk pembangunan listrik desa di tahun 2019 di Nias sudah dialokasikan dana Rp 300 miliar. Mereka minta perhatian Pemda juga untuk infrastruktur jalan, banyak desa yang sulit di akses karena jalan belum ada bahkan terisolir," ujar Parlindungan.

Kemudian menurut Direktur Perencanaan PLN pusat, lanjut Parlindungan, bahwa reserve margin atau stanby pembangkit saat ini di Nias sudah 100%. Pihak PLN masih menunggu beban atau pemanfaatannya.

Disisi ini, kata Parlindungan sesuai dengan pertemuan investor dan stakeholder di Nias belum lama ini sejumlah investor sudah diarahkan untuk berinvestasi. Termasuk investor tambak, dan bidang-bidang lainnya. "Tapi ini adalah pekerjaan holistik, tidak bisa kita berjalan sendiri-sendiri. Pemda juga harus memberi respon positif sehingga investor bisa yakin untuk masuk," kata Parlindungan. Peran masyarakat juga sangat dibutuhkan, bagaimana turut mendukung dan berpartisipasi dalam menjaga investasi yang masuk ke kepulauan Nias.

"Masyarakat memang masih rasakan padam listrik, namun semua itu dalam proses. Kita harapkan masyarakat juga tidak menunggak tagihan listriknya," ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Nias telah menyurati Manajer PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Area Nias perihal Permohonan Pembangunan Gardu Hubung (GH) dengan Surat Bupati Nias Barat No. 671.53/3872/adekon tgl 28 November 2018 tertanda Bupati Nias Barat Faduhusi Daely,S.Pd.

Disampaikan bahwa Pemkab Nias Barat mengucapkan terimakasih kepada PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Area Nias atas upaya yang dilakukan sehingga setelah terlaksananya Peresmian Kantor PLN (Persero) ULP Nias Barat pada 7 November 2018. Sebagai tindak lanjut, mohon kiranya segera membangun gardu hubung pada wilayah pemerintahan Kabupaten Nias Barat yang menghubungkan dari Gardu Induk Idanoi Kabupten Nias.(TAp)

Komentar
Berita Terkini