Ternyata Medan Turut Rayakan Hari Film Nasional

Administrator Administrator
Ternyata Medan Turut Rayakan Hari Film Nasional
Ist|PelitaBatak

Medan (Pelita Batak) :
Pada tanggal 30 Maret merupakan hari paling bersejarah bagi insan perfilman di tanah air. Pasalnya, pada tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari film nasional. Dilatarbelakangi, pada tanggal ini di tahun 1950, sebuah produksi film di tanah air pertama kali dilakukan. Adalah Usmar Ismail, seorang sutradara yang melakukan take adegan untuk pertama kali saat memproduksi film berjudul Darah dan Doa (Long March of Siliwangi).

Sebagai peringatan Hari Film Nasional, beberapa kota di tanah air pun turut merayakan dengan mengadakan event bertemakan film. Medan sebagai kota yang memiliki banyak insane film lokal pun turut memperingati hari film nasional di Taman Budaya Kota Medan, pada 30 Maret 2017. Yayasan Sinema Manuprojectpro Indonesia yang ditunjuk oleh Pusat Pengembangan Film Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusbang Kemendikbud) sebagai panitia lokal di Medan untuk menyelenggarakan acara Hari Film Nasional.

Acara ini merupakan puncak dari serangkaian roadshow yang digelar di beberapa sekolah dan kampus mulai tanggal 23 – 30 Maret 2017 dengan menghadirkan para film maker lokal. Selain menonton film indie lokal, acara tersebut juga mengadakan sharing tentang film. Tema yang diusung adalah “Merayakan Keberagaman Indonesia” dimana pada acara yang digelar dari pagi hingga malam hari. Kegiatan yang ada di acara tersebut antara lain pameran sejarah film, pemutaran beberapa film pendek karya anak bangsa, diskusi film dengan Pusbang dan Komunitas Film Sumut (KoFi Sumut), dan diakhiri dengan pemutaran film utama berjudul “Aisyah, Biarkan Kami Bersaudara”, dan “Bulan diatas Kuburan”. Acara berjalan cukup ramai dan para pengunjung juga terlihat sangat antusias mengikuti rangkaian acara hari film ini.

Dari acara ini, diharapkan kepada insan film kota Medan dan seluruh penikmat film bisa lebih mencintai film Indonesia dan juga menghargai karya anak bangsa dengan tidak menonton film bajakan. Selain itu, para film maker juga bisa lebih menonjolkan kearifan lokal Sumut khususnya dalam berkarya. Perayaan hari film ini adalah ajang pengenalan film lokal Sumut supaya masyarakat Sumut khususnya mengenal karya putra daerahnya, sehingga jika kita sudah saling kenal, maka kita pun akan semakin sayang. (TAp/rel)
 

Komentar
Berita Terkini