Dr. J.L.M. Siahaan, Menembus Batas Usia Demi Ilmu Pengetahuan

Administrator Administrator
Dr. J.L.M. Siahaan, Menembus Batas Usia Demi Ilmu Pengetahuan
Ist | Pelita Batak

Semarang (Pelita Batak):

Semangat belajar sepanjang hayat kembali ditunjukkan oleh Dr. J.L.M. Siahaan. Di usia 73 tahun, ia berhasil menyelesaikan Program Doktor (S3) Sejarah di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (UNDIP), sekaligus dinobatkan sebagai wisudawan paling senior pada Wisuda ke-183 UNDIP. Pencapaian tersebut menjadi inspirasi bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus menimba ilmu.

Perjalanan akademik J.L.M. Siahaan tergolong unik. Sebelum meraih gelar doktor di bidang sejarah, ia terlebih dahulu menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) Arsitektur dan Magister (S2) Ekonomi Pembangunan. Latar belakang lintas disiplin tersebut menunjukkan keluasan minat intelektualnya yang tidak terpaku pada satu bidang keilmuan.

Ketertarikannya pada sejarah, khususnya sejarah masyarakat Batak dan kawasan Toba, membawanya menempuh studi doktoral di UNDIP. Selama menjalani pendidikan, ia aktif melakukan penelitian mengenai sejarah sosial, budaya, dan perkembangan agama Kristen di Tanah Batak.

Salah satu karya ilmiahnya yang mendapat perhatian adalah artikel berjudul "Interplay of Christian Missions, Batak Traditions, and Colonial Influence in North Tapanuli, Indonesia in 1861-1940" yang diterbitkan dalam jurnal Indonesian Historical Studies pada 2025. Penelitian tersebut mengulas hubungan antara misi Kristen, tradisi Batak, dan pengaruh kolonial Belanda dalam membentuk dinamika sosial masyarakat Tapanuli Utara pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Selain dikenal sebagai akademisi, J.L.M. Siahaan juga kerap menjadi narasumber dalam diskusi sejarah Batak dan pelestarian warisan budaya. Pengalamannya yang panjang dipadukan dengan ketekunan dalam riset menjadikannya salah satu figur yang konsisten mengangkat sejarah lokal ke ranah akademik.

Keberhasilan meraih gelar doktor di usia senja mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Universitas Diponegoro menyebut kisah J.L.M. Siahaan sebagai bukti nyata bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar. Ketekunannya menjadi teladan bahwa pendidikan merupakan proses sepanjang hayat yang tidak dibatasi usia maupun latar belakang pendidikan sebelumnya.

Bagi masyarakat, khususnya generasi muda, perjalanan hidup Dr. J.L.M. Siahaan memberikan pesan kuat bahwa rasa ingin tahu, ketekunan, dan semangat untuk terus belajar merupakan modal utama dalam meraih prestasi. Dari Arsitektur, Ekonomi Pembangunan, hingga akhirnya meraih gelar Doktor Sejarah, ia membuktikan bahwa ilmu pengetahuan selalu membuka ruang bagi siapa saja yang mau terus berusaha. (*)

Komentar
Berita Terkini