Kedua, pelaku kejahatan, pribadi maupun sekelompok orang tidak bisa mempermainkan Kesetiaan Allah mengasihi pendosa, dengan berkata ia dapat berulang-ulang dan semakin melakukan kejahatan karena pikirnya Allah toh suatu waktu akan berbelas kasihan padanya. Tidak mungkin. Allah juga setia menghukum orang-orang jahat saat ini maupun esok. Penting sekali hal ini kita ketahui saat ini, agar kita tidak mengira bahwa karena Allah berbelas kasihan pada kita maka kita dapat melakukan hal-hal yang menyebabkan virus Covid 19 semakin menyebar dan menyusakan kita semua, karena kita pikir kita lepas dari pantauan penegak hukum polisi dan jaksa, sehingga kita tidak mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah memutus mata rantai covid 19 ini.
Camkanlah Kesetiaan Allah menghukum itu, misalnya dengan - akibat tindakan kita yang melawan anjuran pemerintah memutus penyebaran Covid 19 - menderitanya diri kita sendiri, kawan se-keluarga, se-kampung, se-kecamatan, se-Kabupaten, se-Propinsi, bahkan se-Indonesia pada hari-hari ini. Malah Tuhan akan menghukum kita dengan kematian selamanya pada akhir zaman. Ingatlah Firman Tuhan dalam Bilangan 14:18-19 ini: "TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat." Marilah setia melakukan aturan dan himbauan pemerintah memutus mata rantai Covid 19 bersama Allah yang setia menganugerahi kita dengan kasih karuniaNya. Amen