Homo Faber

Oleh : Jansen H Sinamo
Administrator Administrator
Homo Faber
IST|Pelita Batak

MANUSIA tidak hanya disebut Homo sapiens (makhluk cerdas) tetapi juga homo faber (makhluk pekerja).

Sebagai homo faber manusia tidak tergantung sepenuhnya pada alam, tetapi mengolah alam, mengubah alam dengan kedua belah tangannya agar lebih sesuai dengan keperluannya.

Homo faber mengolah tanah, membuat irigasi, membikin ladang, kebun, dan sawah agar gudang makanannya cukup dan surplus.

Homo faber mengolah kayu, batu, dan logam membangun benteng, perumahan, dan perkotaan agar ia kaya, aman, dan kuat.

Homo faber di berbagai belahan dunia mambangun kerajaan, negara bangsa, dan peradaban.

Indonesia yang ingin menjadi negara 5 besar secara ekonomi, teknologi, dan industri pertama-tama harus kembali ke hakikat dirinya sebagai homo faber.

Tanpa kerja dan bekerja tak mungkin ada sepiring nasi di mejamu.

Tanpa kerja dan bekerja tak mungkin ada selembar tekstil menjadi busanamu.

Tanpa kerja dan bekerja tak mungkin ada obat2an menjaga kesehatanmu.

Tanpa kerja dan bekerja tak mungkin ada rumah, sofa, kulkas, dan mobil sebagai perlengkapan hidupmu.

Tanpa kerja dan bekerja tak mungkin ada sekolah, rumah sakit, rumah ibadah, kapal terbang, sistem internet, dan angkatan bersenjata mempertahankan negaramu.

Tanpa kerja dan bekerja (keras, antusias, ikhlas, dan cerdas) tak mungkin ada negara bangsa Indonesia yang sekelas dengan Jepang, Jerman, Inggris, Amerika, China, dan Korsel.

Homo sapiens bin homo faber

***

Komentar
Berita Terkini