88 Desa di Deli Serdang Bersiap Gelar Pilkades 2026

Administrator Administrator
88 Desa di Deli Serdang Bersiap Gelar Pilkades 2026
Ist | Pelita Batak
88 Desa di Deli Serdang Bersiap Gelar Pilkades 2026

Medan (Pelita Batak):

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kembali bersiap menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026. Sebanyak 88 desa dipastikan mengikuti pesta demokrasi tingkat desa tersebut yang tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah Deli Serdang.

Pelaksanaan Pilkades sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 4 Mei 2026. Namun dalam perkembangan tahapan di sejumlah desa, pelaksanaan pemungutan suara disebut akan digelar pada 2 Juni 2026 mendatang. Tahapan persiapan pun kini terus berjalan di masing-masing desa, mulai dari pembentukan panitia pemilihan, penjaringan bakal calon kepala desa, hingga sosialisasi kepada masyarakat.

Pilkades tahun ini terdiri dari 76 Pilkades Serentak Gelombang II dan 12 Pilkades Pergantian Antar Waktu (PAW). Pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda juga terus melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh tahapan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, sebelumnya menegaskan pentingnya menjaga netralitas penyelenggara serta stabilitas keamanan selama tahapan Pilkades berlangsung. Pemerintah juga meminta aparatur desa dan ASN tidak terlibat politik praktis agar proses demokrasi di tingkat desa berjalan jujur dan adil.

Beberapa desa mulai menunjukkan dinamika politik yang cukup tinggi. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya bakal calon yang mulai mendaftarkan diri untuk mengikuti kontestasi kepala desa. Di sejumlah wilayah, Pilkades bahkan menjadi perhatian besar masyarakat karena dianggap menentukan arah pembangunan desa selama beberapa tahun ke depan.

Untuk Kecamatan Percut Sei Tuan, Desa Amplas menjadi salah satu desa yang ikut dalam Pilkades 2026. Sementara desa-desa lainnya tersebar di kecamatan seperti Tanjung Morawa, Namorambe, Pancur Batu, STM Hulu, hingga Sibolangit.

Pilkades 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan jabatan, tetapi juga momentum menghadirkan pemimpin desa yang mampu membawa perubahan, menjaga persatuan masyarakat, dan memperkuat pembangunan desa secara berkelanjutan.(int)

Komentar
Berita Terkini