CATATAN AKHIR TAHUN

Covid-19 dan Perubahan Pola Kehidupan Manusia

Oleh: Djalan Sihombing (DJS'Bing)
Administrator Administrator
Covid-19 dan Perubahan Pola Kehidupan Manusia
ist| Pelita Batak
Djalan Sihombing,SH
Sekilas Tentang Covid-19

PERTAMA kali pasien Covid-19 ditemukan di Wuhan, China pada tanggal 1 Desember 2019 (CNN Indonesia). Pasien mulai menunjukkan gejala terinfeksi virus SARS-Cov-2 dan sejak itu wabah meluas menjadi pandemi di dunia.

Kasus pneumonia yang terdeteksi di Wuhan dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 31 Desember 2019. Waktu pelaporan ke WHO, jenis virus belum diketahui.

Pada 1 Januari 2020 Otoritas Kesehatan China menutup pasar grosir Makanan Laut Huanan setelah ditemukan bahwa hewan liar yang dijual di sana mungkin sumber virus.

Kemudian pada 7 Januari 2020 pihak berwenang China menginformasikan bahwa mereka telah mengidentifikasi virus tersebut sebagai virus corona baru, yang awalnya oleh WHO disebut sebagai 2019-nCoV. Dan pada Rabu (11/3/2020) WHO menyatakan virus corona jenis baru penyebab covid-19 telah menjadi pandemi global.

Pertama kali pemerintah Indonesia mengumumkan dua kasus pasien positif Covid-19 pada tanggal 2 Maret 2020. Menurut pakar epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, virus corona jenis baru ini sudah masuk ke Indonesia sejak awal Januari 2020.

Kasus positif Covid-19 di Provinsi Sumatra Utara pertama kali dideteksi tanggal 18 Maret 2020 di Kota Medan (Wikipedia Indonesia). Pandemi Covid-19 di Sumatra Utara bagian dari pendemi yang sedang berlangsung di Indonesia dan seluruh dunia.

Hingga saat ini, AS memiliki kasus Covid-19 paling banyak di dunia, disusul India, Brasil, Rusia, dan Prancis.

Perkembangan Covid-19


Setelah setahun Covid-19 menjadi pandemi global, Pemerintah Inggris mengonfirmasi varian baru kedua dari virus corona yang sebelumnya diidentifikasi di Afrika Selatan, telah muncul di Inggris, sebagaimana dilansir CNBC pada Kamis (24/12/2020). "Berkat kemampuan genom yang mengesankan dari Afrika Selatan, kami telah mendeteksi dua kasus varian baru virus corona lainnya di Inggris," kata Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, kepada wartawan, Rabu (23/12/2020).

"Varian baru satu ini sangat mencemaskan, karena lebih mudah ditularkan, dan tampaknya telah bermutasi lebih jauh daripada varian baru yang ditemukan di Inggris," katanya.

Pekan lalu, Afrika Selatan mengumumkan penemuan mutasi genetik baru dari virus corona. Segera setelah diidentifikasi, negara-negara di seluruh dunia mulai menutup perbatasannya dengan Afrika Selatan (kompas.com)

Dengan adanya informasi ditemukannya strain atau varian baru virus Covid-19, yang menurut berbagai data ilmiah memiliki tingkat penyebaran lebih cepat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menutup sementara masuknya warga negara asing ke Indonesia sebagai upaya pencegahan.

"Rapat kabinet terbatas tanggal 28 Desember 2020 memutuskan untuk menutup sementara dari tanggal 1 sampai 14 Januari 2021 masuknya warga negara asing atau WNA dari semua negara ke Indonesia," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers pada Senin, 28 Desember 2020 di Kantor Presiden.

Bagi WNA yang tiba di Indonesia terhitung per tanggal 28 Desember hingga 31 Desember 2020, diberlakukan aturan sesuai ketentuan dalam adendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 3 Tahun 2020. Melalui ketentuan tersebut, WNA yang akan memasuki Indonesia diwajibkan untuk menunjukkan hasil tes RT-PCR dari negara asal dan melakukan pemeriksaan ulang setibanya di Indonesia (pelitabatak.com)

Kesehatan dan Perekonomian Dunia


Antara kesehatan dan perekonomian harus berjalan bersamaan. Bila hanya mementingkan kesehatan, maka perekonomian dunia akan semakin jatuh. Bahkan saat ini pertumbuhan ekonomi bangsa-bangsa di dunia sudah di angka minus. Sebaliknya juga, bila perekonomian yang diutamakan akibatnya banyak penduduk yang kena Covid-19, bahkan bisa menyebabkan banyak orang  meninggal. Pemerintah Indonesia berusaha  agar perekonomian tetap jalan. Anggaran pemerintah pusat dan daerah, banyak dialihkan untuk kesehatan.

Perubahan Budaya (Pola Hidup) Bermasyarakat

Sebagai akibat pandemi Covid-19 pola hidup bermasyarakat berubah. Manusia dipaksa untuk mengubah cara-cara hidup yang biasa ke era hidup pola baru (new normal). Sekolah-sekolah belajar on line. Beribadah on line atau live streaming. Ibadah tatap muka sangat terbatas mengikuti protokol kesehatan dengan menjaga jarak, cuci tangan, pakai masker dan cek suhu tubuh sebelum masuk tempat ibadah.

Acara adat budaya berubah dan menyesuaikan dengan keadaan. Undangan sangat terbatas. Banyak prosesi adat yang disederhanakan. Bahkan banyak pelaksanaan adat perkawinan ditunda ke waktu yang belum ditentukan.

Banyak kegiatan pertandingan olah raga nasional dan internasional yang ditunda, bahkan dibatalkan. Kegiatan organisasi dilakukan secara virtual. Rapat-rapat juga dilaksanakan virtual.

Belanja bahan pokok sudah banyak secara on line. Bisnis on line semakin meningkat. Bisnis di bidang kesehatan juga meningkat.

Manusia belajar untuk menyesuaikan pola hidup baru (new normal). Bila tidak bisa menyesuaikan diri, maka tantangan hidup ke depan akan sulit diatasi. Penggunaan internet semakin meningkat dan sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Pergantian Tahun 2020 ke 2021

Di Indonesia, sampai akhir tahun 2019, acara-acara keagamaan masih berjalan normal. Semua agama-agama masih bisa melaksanakan ibadah atau perayaan agama seperti biasanya.

Di akhir tahun, yang biasanya diisi dengan perayaan Natal di mana-mana, maka tahun 2020 tidak terlihat Natal yang meriah. Banyak acara perayaan Natal diselenggarakan secara virtual atau perayaan Natal dengan jumlah peserta yang sangat terbatas.

Menjelang pergantian tahun 2020 ke tahun 2021 sudah dikeluarkan larangan mengadakan kerumunan, bahkan kunjungan sesana keluarga diusahakan agar dibatasi. Di Korea Selatan, saat ini tidak boleh berkumpul kebih dari 4 orang.

Semoga Cepat Berlalu

Apa daya tangan tak sampai. Kangen sama keluarga, sahabat, dan ingin liburan untuk sementara ditahan dulu. Lebih baik silaturahmi melalui media sosial. Mari kita batasi bepergian. Semakin tinggi pergerakan manusia, maka semakin cepat dan meningkat penyebaran Covid-19.  Kita tidak mengetahui kapan pandemi ini berakhir. Semoga vaksinnya ampuh untuk meningkatkan kekebalan (imun) pribadi dan kelompok masyarakat. Sama halnya dengan virus yang sudah ada sebelumnya, sampai saat ini tetap ada, tapi vaksin dan obatnya sudah ditemukan. Polio, cacar, colera, dan lain-lain masih ada sampai saat ini. Demikian juga halnya dengan Covid-19 mungkin akan tetap ada. Tapi bila vaksin yang ampuh telah ditemukan, maka penyebarannya tidak begitu banyak lagi.

Agar imun individu dan kelompok masyarakat kuat, diharapkan masyarakat bersedia divaksin. Kita masih punya keluarga, kerabat, dan sahabat di mana-mana. Cintailah keluarga/kerabat dan sahabat. Bila Anda mau divaksinasi, maka Anda dan orang lain tidak tertular Covid-19.

Selamat tahun baru 01 Januari 2021. ***

Penulis adalah :                  
Advokat;
Anggota Perkumpulan Na Ringgas Manjaha (NRM);
Pendiri dan Pengurus Persekutuan Intelegensia Sinar Kasih (PISKA);
Pendiri dan Sekretaris Dewan Pengawas Yayasan Pranata Amar Bina Desa (Prabed)
Pemimpin Umum Media Online PelitaBatak.com

Komentar
Berita Terkini