Peran Bangso Batak untuk Kemerdekaan Indonesia

Administrator Administrator
Peran Bangso Batak untuk Kemerdekaan Indonesia
Ist | Pelita Batak
Manguji Nababan

Medan (Pelita Batak):

Tahun 2025, Indonesia memasuki usia 80 tahun merdeka tepatnya 17 Agustus 2025 mendatang. Kemerdekaan yang diperoleh setelah mengalami penjajahan selama ratusan tahun sebelum diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Tentu, kemerdekaan yang dinikmati saat ini adalah buah kerja keras para pejuang di seluruh tanah air kala itu, baik itu di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan pulau lainnya.

Bangso Batak juga mengambil peran dalam proses perjuangan kemerdekaan. Diantaranya sejak gerakan perjuangan yang dilakukan Raja Sisingamangaraja XII sejak tahun 1970-an. Bagaimana menumbuhkan semangat patriotisme yang rela berjuang hingga titik darah penghabisan, demi mempertahankan tanah kelahiran dari pendatang atau saat itu disebut sebagai penjajah.

Kepala Pusat Dokumentasi dan Pengkajian Kebudayaan Batak di Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan, Manguji Nababan mengatakan, bahwa jauh sebelum proklamasi peran bangso Batak telah turut melakukan perlawanan terhadap penjajah. "Bagaimana Sisingamangaraja telah menolak diberikan jabatan sebagai sultan dimana Belanda saat itu menghapus peran bius dalam kemasyarakatan local. Perjuangan Sisingamangaraja menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh lainnya," ujar Manguji dihubungi PelitaBatak.com, Rabu (12/08/2025).

Berbicara tentang munculnya tokoh-tokoh Batak dalam proses perjuangan kemerdekaan, juga terinspirasi dari sikap patriotik Sisingamangaraja yang tidak hanya secara local. Namun juga menjalin hubungan dengan kerajaan-kejaraan atau keresidenan sekitar. Sisingamangaraja juga bukan hanya berjuang untuk menolak keberadaan penjajah, namun sosok yang berpikir jauh ke depan. "Dia juga sebagai tokoh atau pelopor perlindungan Hak Asasi Manusia. Menolak adanya pemasungan, penindasan dan diskriminasi. Itu pemikiran yang maju dari seorang Sisingamangaraja kala itu, dan itu berkembang hingga saat ini," ujarnya.

Nah, bagaimana bangso Batak hingga saat ini mengisi kemerdekaan? Bangso Batak terus berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan, terbukti dengan rilisan Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2024 terkait pendidikan sarjana (S1) di Indonesia. Suku Batak memimpin peringkat sebagai kelompok etnis dengan jumlah lulusan sarjana terbanyak di Indonesia. Dengan kata lain, lanjut Manguji, suku Batak menyadari bahwa untuk mengisi kemerdekaan harus dilakukan dengan meng-upgrade pengetahuan yang tidak dipungkiri caranya dalah dengan mengecap Pendidikan.

Bagaimana Bangso Batak menjunjung tinggi nilai kehormatan lewat Pendidikan formal, seiring dengan falsafahnya untuk mendorong generasinya untuk menjadi orang terdidik dengan mengecap Pendidikan.

"Itu semua tidak terlepas dari masuknya ajaran Kristen lewat zending dan kebudayaan yang tetap dijunjung tinggi," ujarnya.

Untuk itulah, lanjut Manguji, jika ditanya peran suku Batak dalam proses kemerdekaan dan masa mengisi kemerdekaan. Mulai dari sejarah perjuangan, pembahasan BPUPKI dan PPKI peran tokoh-tokoh Batak dan dari suku lainnya menjadi satu kekuatan untuk merebut kemerdekaan. "Saat ini juga terbukti, bangso Batak terus mengambil peran dalam mengisi dan membangun kemerdekaan itu," ujarnya.

Kegigihan orang Batak dalam mengecap Pendidikan tinggi, dengan persentase 18,02% dari komposisi suku di Indonesia yang memiliki keturunan lulusan sarjana, apakah akan menjadi bonus dalam kategori bonus demografi yang sedang terjadi?


Berikut ini merupakan daftar lengkap suku dengan sarjana terbanyak di Indonesia menurut data BPS:

1. Batak: 18,02% ; 2. Minangkabau: 18,00% ; 3. Bali: 14,54% ; 4. Bugis: 14,54% ; 5. Betawi: 14,38% ; 6. Melayu: 12,67% ; 7. Banjar: 11,24% ; 8. Jawa: 9,56% ; 9. Sunda: 7,59% ; 10. Madura: 4,15%

(*)

Komentar
Berita Terkini