MPK Wilayah Sumut-Aceh Selenggarakan Loba Storytelling Antar Sekolah

Administrator Administrator
MPK Wilayah Sumut-Aceh Selenggarakan Loba Storytelling Antar Sekolah
Ist | Pelita Batak
Foto bersama Ketua MPK wilayah Sumut-Aceh RE Nainggolan dengan Perwakilan Dinas Pendidikan dan undangan saat pembukaan Lomba Storytelling di Yayasan Kristen Immanuel Medan

Medan (Pelita Batak):

Pengurus Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Wilayah Sumut-Aceh menyelenggarakan lomba storytelling antar sekolah di Perguruan Kristen Immanuel Medan, Jumat (13/6/2025). Storytelling menjadi salah satu kegiatan untuk menguji mental peserta didik serta cara penyapaian meteri informasi yang baik. Bahkan, storytelling dianggap sebagai metode pembelajaran paling tua yang juga diterapkan dalam penyebaran kabar baik dalam injil.

Sebagai lembaga yang berdiri sejak 5 Juni 1950 untuk skala nasional dan di Sumater Utara pada 1 September 1970, telah memiliki perjalanan panjang dalam upaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Yayasan Pendidikan Kristen.

Sebelumnya, lembaga pendidikan Kristen diakui dengan kualitasnya. Namun, jelas Ketua MPK Wilayah Sumut-Aceh Dr. RE Nainggolan,MM tahun-tahun belakangan lembaga pendidikan Kristen kerap tertinggal.

Bahkan, RE Nainggolan menjelaskan bahwa lewat pengamatan dan evaluasi kondisi lembaga pendidikan Kristen saat ini di Sumut, ada tiga unsur yang menjadi perhatian MPKW yaitu yayasan pendidikan Kristen sedang tertinggal, kemudian terpuruk dan yang ketiga terlupakan. “Unsur ini yang menjadi perhatian MPKW Sumut-Aceh, sebagaimana tujuan lembaga ini dibentuk adalah untuk memperkuat posisi lembaga pendidikan Kristen dalam mendukung program pemerintah,” ujar mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut itu dalam acara yang dihadiri Penasehat MPKW Pdt. Dr. Bambang Jonan, JA Ferdinandus, Prof. Dr Robert Sibarani, Ketua Umum HBB Indonesia Lamsiang Sitompul, SH.,MH, Jadi Pane,SPd.MM, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumut Brigjrn Pol Drs. Toga Habinsaran Panjaitan, Perwakilan Bank Indonesia Sumut dan mewakili Kepala Dinas Pendidikan Sumut yang sekaligus membuka kegiatan. Ketua Panitia Sanggam Hutagalung, MM dan sejumlah undangan lainnya turut hadir dalam kegiatan ini.

Untuk itulah, lanjut RE Nainggolan, melalui MPK setiap sekolah diberikan kesempatan untuk memperluas jaringan agar tidak lagi dalam tiga unsur itu.

Dijelaskannya, pihaknya hadir memberikan ruang kepada murid untuk mengeksplorasi diri dalam konteks kekistenan. Saat ini, lanjutnya, ada 24 yayasan pendidikan Kristen yang bergabung dengan MKP Wilayah Sumut-Aceh, dan peserta lomba storytelling kali ini adalah mewakili yayasan tersebut dan telah melalui seleksi yang dilakukan panitia. Dimana para peserta sebelumnya mengirimkan video rekaman yang dinilai panitia dan terpilih 10 peserta yang terbaik yang diikutkan dalam kegiatan tersebut.

Penghargaan tertinggi dan ucapan terimakasih diucapkan kepada seluruh pihak yang turut mendukung kegiatan tersebut, termasuk Kepala BNNP Sumut, BI Sumut, Dinas Pendidikan Sumut dan pengurus yayasan serta kepala sekolah dan guru.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Sanggam Hutagalung,SE.,MM peserta yang mengikuti dan megirimkan rekaman storytelling ke tim juri yang dipimpin Prof. Robert Sibarani, berjumlah 54 tim dari seluruh kabupaten/kota se Sumut. “Hari ini yang diundang hadir, semua adalah juara. Kalian memiliki nilai lebih masing-masing, sehingga layak untuk mendapat penghargaan,” ujarnya.

Sementara itu, Pdt. Dr. Bambang Jonan mengatakan, bahwa storytelling merupakan metode pembelajaran paling tua. Bercerita dengan melibatkan empati dan emosional. Bagiamana alkitab juga menceritakan keberadaan Allah. Dia mengutip Mazmur 19: 2 "Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya”.

“Bagaimana kemudian tokoh-tokoh alkitab menceritakan kisah tentang Allah kepada generasi muda. Di dalam Mazmur 19: 2 “"Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya”. Hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tuhan juga menceritakan keberadaannya melalui storytelling, metode bercerita,” ujarnya.

Diharapkan, lewat pelaksanaan perlombaan ini akan semakin mendorong peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan yayasan Kristen. (*)

Komentar
Berita Terkini