Dari Akar Rumput ke Panggung Pilkades: Hisar Frenki Manalu Gaungkan “PERUBAHAN!!!” di Desa Amplas

Administrator Administrator
Dari Akar Rumput ke Panggung Pilkades: Hisar Frenki Manalu Gaungkan “PERUBAHAN!!!” di Desa Amplas
Ist | Pelita Batak
Hisar Frenki Manalu bersama dengan istri

Deli Serdang (Pelita Batak):

Dinamika Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026 di Kabupaten Deli Serdang mulai memanas. Di tengah kontestasi yang berlangsung serentak di puluhan desa, termasuk di Kecamatan Percut Sei Tuan, Desa Amplas menjadi salah satu titik perhatian publik. Tahapan Pilkades tahun ini sendiri dijadwalkan berlangsung serentak pada awal Mei 2026 sebagai bagian dari agenda demokrasi desa di 76 hingga 88 desa di Deli Serdang.

Di Desa Amplas, yang merupakan bagian dari wilayah padat penduduk di Kecamatan Percut Sei Tuan dengan populasi yang terus bertumbuh, kontestasi tidak hanya soal siapa yang menang, tetapi juga arah masa depan desa.

Salah satu kandidat yang mencuri perhatian adalah Hisar Frenki Manalu, calon kepala desa nomor urut 2. Mengusung slogan tegas “PERUBAHAN!!!”, Hisar hadir membawa narasi yang kuat: perubahan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

Figur dari Akar Rumput

Berbeda dengan tipikal kandidat yang muncul dari lingkar elite desa, Hisar dikenal sebagai sosok pengusaha yang tumbuh dari bawah. Ia bukan hanya mengenal Desa Amplas secara administratif, tetapi juga secara emosional dan sosial.

Dalam berbagai pertemuan warga, Hisar kerap menegaskan bahwa dirinya “datang dari akar rumput, bukan dari atas meja kekuasaan.” Pendekatan ini membuatnya relatif cepat diterima oleh kelompok masyarakat kecil, mulai dari petani, buruh, hingga pelaku usaha mikro.

Janji Politik: Dari Tanah hingga Pendidikan

Mengusung slogan “PERUBAHAN!!!”, Hisar menawarkan enam program utama yang menyentuh langsung persoalan klasik desa:

1. Memperjuangkan legalitas status tanah di Desa Amplas, isu krusial yang selama ini menjadi sumber konflik dan ketidakpastian warga.

2. Mengayomi masyarakat, dengan pendekatan kepemimpinan yang lebih dekat dan responsif.

3. Membangun desa, terutama pada sektor infrastruktur dan pelayanan publik.

4. Menggerakkan ekonomi kerakyatan, mendorong UMKM dan usaha lokal sebagai tulang punggung desa.

5. Memperkuat pendidikan generasi muda, sebagai investasi jangka panjang desa.

6. Mewujudkan pemerintahan yang aman, transparan, dan bersih, menjawab keresahan publik terhadap tata kelola desa.

Bagi sebagian warga, program ini dinilai “membumi” dan realistis, karena berangkat dari persoalan yang selama ini mereka alami langsung.

Pilkades dengan Tensi Tinggi


Pilkades di Deli Serdang dikenal memiliki dinamika yang tinggi karena kedekatan sosial antar warga yang sangat kuat. Pemerintah daerah sendiri telah mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas, mengingat potensi gesekan sosial dalam kontestasi desa relatif lebih besar dibanding pemilu skala nasional.

Di Desa Amplas, tensi itu mulai terasa. Diskusi warga di warung kopi, grup WhatsApp, hingga pertemuan keluarga menjadi ruang-ruang politik baru yang menentukan arah dukungan.

Harapan Warga: Bukan Sekadar Janji

Di tengah situasi ini, masyarakat Amplas tidak lagi hanya melihat figur, tetapi juga rekam jejak dan keberanian calon dalam menyelesaikan masalah nyata.

Hisar Frenki Manalu mencoba memposisikan diri sebagai representasi harapan tersebut-seorang pengusaha yang “rindu membangun desa,” bukan sekadar memimpin secara administratif.

Apakah slogan “PERUBAHAN!!!” akan benar-benar menjadi kenyataan atau hanya berhenti sebagai jargon kampanye?

Jawabannya akan ditentukan oleh suara rakyat Desa Amplas dalam bilik TPS Pilkades 2026.(*)

Komentar
Berita Terkini