Kinerja IFG Life Dinilai Positif, DPR Sebut Kepercayaan Publik pada Industri Asuransi Makin Menguat

Administrator Administrator
Kinerja IFG Life Dinilai Positif, DPR Sebut Kepercayaan Publik pada Industri Asuransi Makin Menguat
Ist | Pelita Batak
Kinerja IFG Life Dinilai Positif, DPR Sebut Kepercayaan Publik pada Industri Asuransi Makin Menguat

Jakarta (Pelita Batak):

Kinerja positif dari IFG Life dinilai telah memperkuat kepercayaan publik terhadap industri asuransi di Indonesia. Kepercayaan itu tumbuh karena IFG Life mampu mengelola pengalihan polis dari nasabah eks Jiwasraya secara optimal, terhitung sejak dimulainya proses restrukturisasi pada Desember 2020. Dalam prosesnya, IFG Life mengelola transisi yang kompleks melalui penguatan tata kelola, transparansi, dan komunikasi publik yang membuat kepercayaan nasabah terus terjaga dengan baik.

Hal ini disampaikan anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, dalam merespons kinerja IFG Life. Seperti diketahui, dalam program penyelamatan ini sebanyak 99,9% polis nasabah Jiwasraya telah dialihkan secara bertahap ke dalam IFG Life.

"Penanganan Jiwasraya ini menjadi momentum penting bagi industri asuransi nasional untuk berbenah. Keberhasilan proses ini telah memberikan dampak pada pemulihan kepercayaan terhadap IFG Life sekaligus juga terhadap keseluruhan sektor asuransi," kata Herman dalam wawancara yang dilakukan di Jakarta, Senin (20/04/2026).

Herman melihat ada sejumlah aspek krusial yang menjadi perhatian dalam mengawal proses ini dapat berjalan dengan baik. Di antaranya adalah perlindungan hak nasabah, kepastian pembayaran manfaat, kesehatan keuangan perusahaan, serta kepatuhan terhadap prinsip good corporate governance.

Menurut dia, keterlibatan pemerintah tidak hanya sebatas penyelamatan, tetapi juga memastikan keberlanjutan bisnis dan perlindungan konsumen dalam jangka panjang. “Pengawasan yang ketat dan berkelanjutan menjadi kunci agar proses restrukturisasi benar-benar memberikan kepastian bagi masyarakat,” katanya.

Herman melihat langkah bisnis yang dijalankan oleh IFG Life telah berada pada jalur yang sudah tepat , terutama dalam aspek pengalihan polis dan stabilisasi operasional. Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) itu menyarankan IFG Life tetap mempertahankan tata kelola baru mulai dari sektor hulu sampai ke hilir. Dengan demikian, kepercayaan dari pemegang lama maupun pemegang polis baru terus meningkat.

Selain tetap transparan, Herman juga menyoroti komitmen IFG Life dalam memenuhi hak pemegang polis. Ia menyebutkan kepatuhan pemenuhan hak pemegang polis menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan.

Herman mengapresiasi capaian IFG Life sepanjang 2025 lalu yang merealisasikan pembayaran klaim manfaat asuransi sebesar Rp6,3 triliun kepada 480.000 peserta. Capaian IFG Life ini dinilai Herman telah mencerminkan perusahaan sudah berbenah dalam memastikan perlindungan di setiap tahap kehidupan para pemegang polisnya.

Herman juga mengimbau nasabah eks Jiwasraya untuk tidak perlu lagi khawatir kejadian serupa kembali terulang. Selain bukti bahwa IFG Life terus membangun kepercayaan dengan tata kelola baru, Herman juga menjamin pengawasan dari negara dari eksekutif maupun legislatif akan terus berjalan.

Pengawasan itu dilakukan terutama melalui dukungan kebijakan dan penguatan kelembagaan BUMN sektor keuangan. Dengan begitu, pilihan pemilik polis dalam mempercayakan jaminan asuransinya kepada IFG Life benar-benar memberikan manfaat yang besar sesuai harapan.

“Negara hadir untuk memastikan sistem tetap kredibel dan masyarakat merasa aman. Kami di DPR khususnya komisi VI juga terus mengawasi sejak awal. Dan yang menggembirakan, kini IFG Life bahkan sudah mencatatkan untung,” kata dia.(*)

Komentar
Berita Terkini