Tapanuli Selatan (Pelita Batak) :
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melaksanakan sosialisasi tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid 19 kepada Kepala Sekolah SD, Kepala Sekolah SMP dan Pengawas Sekolah bertempat di SD Negeri 101208 Pahae Aek Sagala/Silangge Kecamatan Sipirok, Jum’at 20 Agustus 2021.
Sosialisasi digelar untuk menyampaikan Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan Dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.0 1.08/ Menkes/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 sehingga dapat di implementasikan dengan benar.
Bupati Tapanuli Selatan H. Dolly Pasaribu mengatakan dalam SKB 4 Menteri itu, sekolah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, tetapi juga memfasilitasi pembelajaran dengan metode dalam jaringan (Daring).
“Dalam pelajaran menggunakan metode daring, anak-anak cenderung mengalami pemerosotan pengetahuan serta para orangtua tidak bisa mengawasi anaknya, juga dalam tersedianya jaringan internet terlebih kepada kemampuan para orang tua untuk menyediakan gawai atau alat komunikasinya."Ujar Bupati.
Menurut Bupati, metode pembelajaran Daring, kerap mengurangi proses tumbuh kembang anak dari segi moral maupun akhlak. Hal itu dikuatkan dengan sejumlah pernyataan alim-ulama yang menyatakan bahwa anak sekarang juga mengalami pemerosotan moral.
Di lain sisi, bila anak-anak dilakukan pembelajaran tatap muka, maka sekolah sudah harus memberi rasa aman dan kenyamanan bagi setiap siswa termasuk bisa meyakinkan orang tua yang mengantarkan anaknya ke sekolah karena Bupati tidak menginginkan anak-anak Tapsel terpapar Covid-19 akibat metode belajar tatap muka.
"Metode belajar tatap muka kemungkinan bisa dilakukan dengan catatan tenaga pendidik ataupun muridnya, mematuhi protokol kesehatan yang ketat, mengatur pola jam belajar, mengatur pola keluar dan masuk kelas atau sekolah."kata Bupati.
Dikatakannya, Pemkab Tapsel melalui Dinas Kesehatan juga tidak akan sungkan hentikan metode belajar tatap muka di sekolah, jika tidak bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Itu dilakukan demi menjaga keselamatan keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar.
Intinya, bila memang memungkinkan dilaksanakan pembelajaran tatap muka, maka tentu harus benar-benar melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, para pendidik bisa memberikan pelajaran dengan maksimal, tentu dengan harapan, baik itu guru maupun murid tetap mengedepankan aspek kesehatan.
Dalam hal ini, kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah, harus bisa mengayomi dan memotivasi para guru dan murid di lingkungannya agar tetap melakukan protokol kesehatan.
Anak-anak mesti diperhatikan dengan serius dan cermat, bila tidak ada masker maka diingatkan untuk membawa masker, selalu mencuci tangan di tempat cuci tangan yang di sediakan
Bila masker kesehatan sulit untuk didapat karena harus mengeluarkan biaya ekstra, maka ada alternatif solusi yaitu dengan menggunakan masker kain yang banyak di dapat sewaktu awal adanya pandemi Covid-19 yang dibagikan Pemkab serta seluruh pemangku kepentingan di Tapsel.
Dolly juga menyampaikan pentingnya tenaga pendidik untuk melakukan vaksinasi dan bila masih ada yang belum tervaksin, agar mendaftar ke Kepala Desa atau Lurah setempat juga Puskesmas. Dengan demikian dapat tumbuh kekebalan bersama dalam lingkungan sekolah. Termasuk bila petunjuk teknis pelaksanaan vaksin untuk usia 12 â€" 17 tahun sudah keluar, Dolly menyarankan agar anak sekolah tersebut juga segera di vaksin.
Sementara itu, Kadis Perdidikan Tapsel Amros Karang Matua, melaporkan telah melaksanakan sosialiasi SKB 4 Menteri itu di 10 kecamatan yang diikuti para Kepsek SD, SMP dan Pengawas dengan menindak lanjuti instruksi Bupati Tapsel yang memperbolehkan pembelajaran tatap muka 50 persen kehadiran siswa.
“Karena dalam arahan itu memperbolehkan pembelajaran tatap muka atau jarak jauh. Maka kita semua harus bisa menyamakan persepsi di setiap kecamatan yang ada di Tapsel yang umumnya menginginkan pembelajaran tatap muka." katanya.(STR)