Anggota DPD RI, Pdt Willem TP Simarmata Sosialisasi Empat Pilar di Medan

admin admin
Anggota DPD RI, Pdt Willem TP Simarmata Sosialisasi Empat Pilar di Medan
IST|Pelita Batak
Anggota DPD RI Pdt Willem TP Simarmata bersama para pembicara dalam Sosialisasi Empat Pilar di HKBP Immanuel Sei Brantas saat akan mengheningkan cipta bersama peserta saat pembukaan acara.

Medan (Pelita Batak):

Anggota DPD RI Pdt Willem TP Simarmata, MA mengadakan sosialisasi Empat Pilar kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara yaitu Pancasila, UUD tahun 1945, NKRI (sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara), Jumat 19 November 2021. Dengan sosialisasi tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945.


Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan HKBP Immanuel Sei Brantas, Kota Medan itu juga menghadirkan sejumlah pembicara yaitu Pdt Willem TP Simarmata tentang Pancasila, Pdt Dr Benny Sinaga selaku Ketua STB HKBP berbicara tentang NKRI. Pdt Pulo Aruan MTh yang berbicata tentang UUD 1945. Serta Sarma Hutajulu, SH berbicara tentang Bhinneka Tunggal Ika. Para peserta terlihat antusias mengikuti sosialisasi yang bertujuan menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan memahami empat pilar kehidupan berbangsa tersebut.

Pada kesempatan itu, Senator asal daerah pemilihan Sumut itu mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri perjuangan yang dilakukan para pendiri bangsa. Dengan semangat persatuan untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa, yaitu kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bangsa. Menjadikan perbedaan seperti adat budaya, terdiri dari Kepulauan menjadi satu kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Ini tugas kita bersama, menjaga semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi kekuatan pemersatu bangsa. Kita tidak memang tercipta berbeda, namun ditakdirkan menjadi satu yaitu Bangsa Indonesia," kata Pdt Willem TP. Simarmata.

Ephorus emeritus HKBP itu menyebutkan, Sumatera Utara sebelumnya dikenal dengan toleransinya, bahkan Kota Medan identik disebut miniatur Indonesia. Keberagaman adat budaya, suku, agama tidak menjadi pembeda dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Namun akhir-akhir ini, kota ini nilai toleransi mulai bergeser. "Ada apa? Ini menjadi tanggungjawab kita bersama. Pemahaman akan nilai luhur Pancasila tentu akan mampu mengembalikan dan meneguhkan rasa cinta tanah air bagi kita, sehingga kita semakin toleran dalam menjalankan kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan Bernegara," katanya.


Hal itu, lanjut Pdt Willem, bisa terwujud dengan tetap menanamkan nilai-nilai cinta tanah air kepada generasi bangsa. "Ajak mereka menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, ajarkan mereka untuk mengikuti upacara-upacara nasional. Bagi anak sekolah untuk tetap melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih, menghormat bendera, dan menjalin komunikasi yang baik dengan sesama temannya," ujarnya.

Menurut Pdt. Willem tantangan bangsa saat ini bukan lagi menghadapi penjajah yang mengangkat senjata secara langsung, melainkan adanya upaya merongrong masa depan para generasi muda. Teknologi yang semakin canggih, peredaran gelap narkoba, paham radikalisme yang semakin marak. Itu semua akan bisa dihalau dengan pemahaman akan cinta tanah air.

"Gereja juga harus mengambil peran untuk turut berupaya menciptakan generasi yang cinta tanah air. Dimana masa depan bangsa dan negara juga menjadi tanggungjawab seluruh elemen masyarakat termasuk gereja," ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam situasi pandemi Covid-19. Acara sosialisasi diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta dan pembacaan teks Pancasila. Pada kesempatan itu juga Pdt Willem TP Simarmata menyerahkan makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak balita.

(TAp)

Komentar
Berita Terkini