Togar Sianipar : Jokowi Perlu Tiru Duterte Habisi Bandar Narkoba di Idonesia

Temuan PPATK Petunjuk Awal
Administrator Administrator
Togar Sianipar : Jokowi Perlu Tiru Duterte Habisi Bandar Narkoba di Idonesia
Ist
Mantan Kalakhar Badan Narkotika Nasional Komjen Pol (Purn) Togar Sianipar

Jakarta (Pelita Batak): Mantan Kalakhar Badan Narkotika Nasional Komjen Pol (Purn) Togar Sianipar sangat mendukung jika Pemerintah Indonesia meniru cara Presiden Filippina Rodrigo Duterte membasmi sindikat bandar narkoba.

 

"Dalam situasi darurat narkoba seperti sekarang ini, langkah keras terhadap bandar narkoba seperti yang dilakukan Duterte perlu dilakukan di Indonesia," ujar mantan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol (Purn) Togar Sianpiar di Jakarta, Jumat 11 Agustus 2016.

 

Togar mengatakan, Presuden Djokowidodo yang telah resmi menyatakan negara darurat narkoba tidak perlu khawatir tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Sebab langkah keras berupa tembak ditempat seperti yang dilakukan Presiden Filippina Rodrigo Duterte adalah juga dalam rangka melindungi HAM warganya.

 

Bahkan Togar juga dapat memahami jika Pemerintahan Djokowi menghidupkan kembali penembak misterius seperti jaman orde baru khusus bagi bandar narkoba.  "Selain terus menjalankan eksekusi hukuman mati, dalam situasi darurat narloba seperti saat ini, penembak misterius khusus bandar narkoba layak untuk dipertimbangkan. Langkah Duterte perlu di Indonesia untuk menghabisi para bandar narkoba,"jelas Togar.

 

Temuan PPATK Petunjuk Awal

 

Terkait temuan PPATK tentang dugaan aliran dana dari bandar narkoba yang mencapai Rp.3.6 triliun, Togar menilai ini dapat dijadikan bukti permulaan atau setidaknya petunjuk awal menindaklanjuti testimoni Fredi Budiman yang diungkapkan oleh aktivis Kontras Haris Azhar.

 

Tim independen yang sudah dibentuk mengusut pengakuan Fredi Budiman dapat menelusuri benar tidaknya kasus ini dari temuan PPATK. "Satu-satunya cara untuk membuktikan pengakuan ini adalah melalui pembentukan tim independen. Tim ini harus bekerja fair dan terbuka agar tidak ada kecurigaan  dari masyarakat,"ujar Togar. 

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Polri telah membentuk tim independen untuk menindaklanjuti penelusuran terstimoni terpidana mati Freddy Budiman. Tim diketuai Irwasum Komjen Pol. Dwi Prayitno dengan anggota Effendi Gazali, ketua setara Effendi Gazali dan anggota Kompolnas Pungky K.(R2)

Komentar
Berita Terkini