Teror Bom di Gereja, Ini Kata GP Ansor Pematangsiantar

Administrator Administrator
Teror Bom di Gereja, Ini Kata GP Ansor Pematangsiantar

Pematangsiantar (Pelita Batak) :
Gerakan Pemuda Ansor Kota Pematangsiantar mengutuk keras aksi dan tindakan teror percobaan bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu 28 Agustus 2016 di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Jalan Dr Mansyur No.75 Medan. Teror bom yang mengakibatkan terganggunya jalannya ibadah, walau bom tidak sempat meledak sempurna.

Demikian isi siaran pers GP Ansor Kota Pematangsiantar yang diterima media Senin (29/8/2016). Siaran pers yang ditandatangani Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Pematangsiantar, Arjuna. Sebagai bentuk pernyataan sikap, pihaknya menilai aksi tersebut telah mengancam rasa keamanan warga negara dan tindakan yang melanggar hukum dan HAM.

Untuk itu, pihaknya meminta Kepala Kepolisian RI untuk mengusut tuntas para pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

"Mendesak Presiden Joko Widodo agar memberikan perintah tegas kepada para penegak hukum untuk melindungi hak-hak setiap warga negara agar terbebas dari tindakan teror, intimidasi dan tindakan apapun yang merusak tatanan hukum yang berlaku," tulisnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi atas upaya oknum dan sebagian pihak yang menghendaki tindakan kekerasan serta teror di masyarakat.

] Ternyata Pelaku Rajin Ibadah>>>>>

Semua pihak, lanjutnya, perlu waspada dan tetap menjaga silaturahmi terhadap semua elemen masyarakat dan bersatu menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing.

Sementara untuk Kota Pematangsiantar, GP Ansor mengimbau dan memohon kepada Wali Kota Pematangsiantar dan Kapolres Pematangsiantar dengan segera memfasilitasi dan mengundang tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan elemen lainnya untuk bertemu dalam menyatukan visi dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta menciptakan kerukunan di Kota Pematangsiantar. (TAp/rel)

Komentar
Berita Terkini