Terkesan Terjadi Pembiaran, Sejumlah Tokoh Kecewa Penanganan Kerusuhan di Belawan

Administrator Administrator
Terkesan Terjadi Pembiaran, Sejumlah Tokoh Kecewa Penanganan Kerusuhan di Belawan
IST|Pelita Batak
Terkesan Terjadi Pembiaran, Sejumlah Tokoh Kecewa Penanganan Kerusuhan di Belawan

Medan (Pelita Batak):

Pascakerusuhan di Belawan kemarin, sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati menyatakan kekecewaannya atas peristiwa tersebut. Durasi berlangsungnya kerusuhan yang berlangsung hingga hitungan jam, seharusnya tidak terjadi sebab kantor Kepolisian tidak jauh dari lokasi kejadian.

Seperti disampaikan Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul,SH,MH bahwa melihat histori peristiwa tersebut harusnya bisa diantisipasi bahkan diredam pihak Kepolisian setempat segera. “Tidak sampai tiga hingga lima jam, seharusnya kepolisian kan punya peta kerawanan konflik di daerah masing-masing. Bukan hanya kali pertama ini terjadi, harusnya lebih tanggap,” ujarnya kepada media, Jumat (23/7/2021).

Lamsiang mengatakan, menyayangkan adanya pihak yang menjadikan isu sara dalam konflik antar warga tersebut. Tapi, menurutnya, kerugian yang timbul akibat peristiwa itu menyangkut materi dan psikologi warga sekitar. “Termasuk rumah ibadah yang berada di sekitar, bisa saja menjadi sasaran. Beruntung Molotov yang terlempar hanya sampai halaman gereja. Tapi disisi lain, apa rumah dan warga yang menjadi korban tidak menjadi masalah? Nah, disinilah letak kekecewaan kita kepada kepolisian yang terlihat juga dalam rekaman video yang beredar di media sosial, seolah gamang. Sampai warga berteriak minta tolong agar kepolisian bertindak, tapi kita bisa saksikan sendiri,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Anggota Komisi I DPRD Medan, Margaret MS, yang menilai pelaku tawuran yang berujung penjarahan dinilai tidak bisa ditolerir. “Kejadian tersebut sudah sering terjadi dan terkesan ada pembiaran. Kita minta Polisi bersama Pemko Medan harus tegas, memberi efek jera,” ujarnnya dikutip dari rri.co.id. Dia juga ,menyebutkan kerugian yang timbul, diantaranya Tobing dengan kondisi tempat usaha terbakar sebagian, L. Pardede dengan kondiis teras rumah hancur dan seng rumah bocor, A. Damanik/br Simarmata dengan pintu rumah dibongkar paksa dan kaca depot air minum pecah, L. Simatupang dengan tempat usaha dirusak dan dijarah. Selanjutnya Sibarani/br Sinambela uangnya dijarah Rp 5 juta, gelang emas 15 gram, loudspeaker, 20 buah tabung gas 3kg, TV, sepeda motor Honda Beat dibakar, Situmorang/Br. Simbolon rumahnya dilempar bom Molotov, M Siahaan/br Pasaribu warga Lingkungan IX Kelurahan Medan Marelan tempat usahanya dibakar dan , kompresor dibakar dan sepeda motor dibakar.

Kemudian, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan, Robi Barus, juga menegaskan agar Kapolda mengevaluasi kinerja Kapolres dan Kapolsek lokasi kejadian. “Kerusuhan yang kemarin bukan yang pertama terjadi di masa kepemimpinan Kapolres Pelabuhan Belawan saat ini, tapi peristiwa itu kami nilai sebagai puncak kelalaian Polres Pelabuhan Belawan dalam menjaga kondusifitas dan keamanan di Belawan. Kami menilai, Kapolres Pelabuhan Belawan saat ini sudah terlalu sering kecolongan,” kata Robi dilansir Waspada.id.

Menurut Robi, rasa aman sangat perlu dihjaga di tengah masyarakat. Keberadaan Polisi tentunya menjadi harapan, agar rasa aman tersebut bisa diperoleh masyarakat. “Pada awal-awal terjadinya kerusuhan, seharusnya Polres Belawan langsung melakukan tindakan tegas terhadap oknum-oknum pelaku kerusuhan dan menuntaskan masalahnya hingga ke akar persoalan. Kemarin itu sudah betul-betul kelewatan, selain kehilangan rasa aman, kerusuhan itu juga membuat masyarakat banyak yang dirugikan baik secara materil maupun inmateril,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPK HBB Belawan Rindu Butar-butar dan tim yang melakukan penelusuran fakta di lokasi kerusuhan.  “Kami sekarang sedang menginventarisasi saudara kita yang menjadi korban kerusuhan kemarin. Kita prihatin, sampai mereka ada yang masih trauma hingga saat ini,” ujarnya. (TAp)

Komentar
Berita Terkini