Soal Penyadapan SBY, Presiden Jokowi: Itu Isu di Pengadilan, Tanyakan Yang Berbicara

Administrator Administrator
Soal Penyadapan SBY, Presiden Jokowi: Itu Isu di Pengadilan, Tanyakan Yang Berbicara
JAY/Humas Setkab
Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai membuka KOnferensi Forum Rektor di JCC, Jakarta (2/2).
Jakarta(Pelita Batak): Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, isu soal penyadapan yang menyangkut Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Majelis Ulama K.H. Ma’ruf Amien, adalah isu yang muncul pada saat pengadilan dengan terdawa Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok. Karena itu, menurutnya sebaiknya ditanyakan kepada yang berbicara.

 

"Saya hanya ingin menyampaikan yang kemarin ya, itu kan isu pengadilan. Isunya di pengadilan loh ya, dan yang berbicara itu kan pengacaranya Pak Ahok dan Pak Ahok. Ya enggak, lah kok barangnya dikirim ke saya. Tidak ada hubungannya," kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia Tahun 2017, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis 2 Februari 2017 pagi.

 

Sebelumnya dalam konferensi pers di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu 1 Februari 2017, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  menyinggung pernyataan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan tim kuasa hukumnya dalam sidang kasus penistaan agama, di auditorium Kementerian Pertanian, Selasa 31 Januari 2017, yang mengaku memiliki bukti pembicaraan telepon antara SBY dengan K.H. Ma'ruf Amien.

 

SBY menilai, pernyataan Ahok itu  menimbulkan dugaan adanya penyadapan. Untuk itu, ia meminta aparat penegak hukum dan Presiden Jokowi bersikap terkait hal tersebut. SBY menegaskan, tindakan penyadapan tanpa adanya izin pengadilan sebagai tindakan ilegal dan kejahatan serius.

 

Menanggapi hal itu, Presiden Jokowi menegaskan bahwa soal penyadapan itu isu di pengadilan. Karena itu, Presiden menyarankan agar hal itu ditanyakan ke sana, kepada yang berbicara.

 

"Tanyakan ke sana. Tanyakan, yang berbicara itu. Jangan barangnya dibawa ke saya. Yang berbicara itu, isu di pengadilan kok," tutur Presiden.(R2)

Komentar
Berita Terkini