Setelah 7 Hari Terkubur, Keluarga Tobing Dievakuasi dan Dimakamkan

Administrator Administrator
Setelah 7 Hari Terkubur, Keluarga Tobing Dievakuasi dan Dimakamkan
Ist
Ipo Maider L Tobing, istri dan cucu

Salah satu kawasan yang paling hancur akibat

Gempa Magnitudo berkekuatan 7.4 SR yang terjadi di Donggala - Palu pada Jumat 28 September 2018, adalah wilayah perumahan Balaroa dimana ada sekitar 700-an rumah yang dikabarkan hancur bahkan ada yang terkubur sedalam 5 meter atau rata dengan tanah.


Diantara ratusan korban yang berada dalam  kawasan perumahan Balaroa tersebut, salah satunya adalah Keluarga Tobing, Drs. Ipo Maider L. Tobing, yang tertimbun dalam reruntuhan bangunan rumahnya pasca gempa yang meluluhlantakkan kawasan pemukiman padat penduduk tersebut. Turut pula menjadi korban, Isteri beliau, J Br Siahaan dan seorang Cucu bernama Horas Poly, siswa SMP N Palu.


Disebutkan bahwa saat gempa berguncang, sang cucu sedang bermain di halaman rumah tapi tidak berusaha menyelamatkan diri melainkan segera masuk kedalam rumah hendak menolong kedua kakek neneknya yang saat itu sedang berada dalam rumah. Namun naas, rumah itu rubuh dan ketiganya tidak sempat lagi menyelamatkan diri.


Dari menantu almarhum, awak media Pelita Batak memperoleh informasi bahwa jenazah ketiga korban baru bisa dievakuasi pada Sabtu, 6 Oktober 2018 atau 7 hari setelah terjadinya gempa.


"Tadinya kami berharap, Ayah Mertua sudah dapat dievakuasi Jumat kemaren namun karena begitu parahnya reruntuhan, alat berat yang dikerahkan untuk mengevakuasi belum bisa mencapai rumah tersebut," beber menantu korban via group WA keluarga.


Ipo Maider L Tobing, semasa hidupnya bekerja sebagai PNS di lingkungan Pemkab/Pemkot Palu dan terakhir mengabdi pada Kantor Walikota Palu lalu pensiun dan semasa hidupnya juga aktif sebagai Sintua (pelayan) di Gereja HKBP Resort Palu.(Jeje Tobing)

Komentar
Berita Terkini