RSUD Padangsidimpuan Diteror Oknum Preman Yang Masih Keluyuran

Administrator Administrator
RSUD Padangsidimpuan Diteror Oknum Preman Yang Masih Keluyuran
Saut Togi Ritonga|Pelita Batak

Padangsidimpuan (Pelita Batak) :

Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan kurun waktu belakangan ini terganggu akibat ulah oknum berinisial MP yang membuat rusuh bahkan disebut membawa senjata tajam dan melakukan perusakan  gedung yang merupakan aset pemerintah itu.

Akibatnya, tenaga kesehatan RSUD khususnya petugas piket malam dibayangi ketakutan dan terpaksa tidak  masuk kerja seperti biasanya. 

"Benar, malam ini ada warga membawa jenazah korban hanyut ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetapi tidak ada tenaga kesehatan di sana. Ini karena mereka takut si MP datang tiba-tiba," ujar Plt. Direktur RSUD Padangsidimpuan Sopian Subri, Senin 24  Agustus 2020.

Kepada keluarga yang datang untuk memeriksakan jenazah almarhum, Plt. Direktur RSUD Padangsidimpuan memohon maaf karena kondisi RSUD saat ini sedang tidak kondusif akibat ulah MP yang sering tiba-tiba sudah berada di dalam rumah sakit.

Hal ini sudah dilaporkan ke Satpol PP dan bahkan pihak berwajib, namun MP tetap bebas berkeliaran di sekitar rumah sakit dan melakukan perusakan. Terakhir kali atau sekitar dua hari yang lalu ia merusak pagar ruang isolasi Covid-19.

Malam sebelumnya, MP tiba-tiba sudah berada di lantai empat gedung RSUD. Dia buka pakaiannya dan berteriak-teriak, sehingga membuat perawat wanita yang piket malam dan menjaga pasien ketakutan hingga lari ke luar.

Keesokan harinya, MP tiba-tiba berada di ruang kantor IGD mengacak-acak seluruh berkas yang ada di lemari dan laci meja kerja dokter. Sebelum mengobrak-abrik berkas, dia terlibat pertengkaran dengan penjual sate di depan RSUD dan melemparnya dengan pisau.

Siang harinya, anggota Satpol PP dan Polres Padangsidimpuan datang mengamankan MP. Namun sore menjelang malam, dia sudah berada di sekitar RSUD dan kemudian merusak pagar ruang isolasi Covid-19 dengan parang.

"Beberapa hari sebelum itu, MP juga melempari gedung kantor RSUD hingga kaca jendela pecah berserakan. Bahkan membacok pintu ruangan direktur dengan menggunakan parang," kata Sopian. 

Mengenai kosongnya tenaga kesehatan, khususnya pada malam hari, Sopian berjanji akan melakukan langkah perbaikan. Sehingga pegawai, tenaga kesehatan dan karyawan RSUD dapat bekerja dengan nyaman aman seperti sedia kala.

"Mohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum. Kami akan segera perbaiki kejanggalan ini dan Insya Allah dalam waktu yang sesegera mungkin kondisi di RSUD dapat kembali normal," ujarnya.(STR)

Komentar
Berita Terkini