Pembangunan Insfrastruktur di Tapanuli Utara Belum Pada Skala Prioritas

Administrator Administrator
Pembangunan Insfrastruktur di Tapanuli Utara Belum Pada Skala Prioritas
Freddy Hutasoit
Kondisi jalan menuju salah satu desa di Kecamatan Siborongborong Taput yang dinilai luput dari perhatian Pemkab

Taput (Pelita Batak) :
Sejumlah desa di Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Taput belum mendapat pembangunan infrastruktur yang merata. Cenderung, pembangunan infrastruktur belum pada skala prioritas sehingga dikhawatirkan akan berdampak kepada kesenjangan pertumbuhan ekonomi antar desa nantinya.

Seperti di alami oleh sejumlah Desa di Kecamatan Siborongborong, yakni Desa Huta Bulu, Desa Pohan Jae dan Pohan Julu. Dimana desa tersebut merupakan desa penghasil komuditi pertanian, yakni Kopi, Nenas, Padi dan Palawija. Akan tetapi ketiga Desa tersebut sangatlah minim mendapat pembangunan infrastruktur.

Hal itu disampaikan Jonasti Sihombing warga Kecamatan Siborongborong kepada Pelita Batak, Sabtu (27/8/2016). "Ketersediaan infrastruktur yang memadai, ideal dan layak merupakan kebutuhan suatu daerah untuk maju. Disamping itu juga memenuhi hak dasar masyarakat. Karena itu dalam kinerja pemerintah harusnya terus ditingkatkan tanpa pilih kasih, sebab ini merupakan kewajiban dalam rangka pelayanan publik yang prima dan optimal," katanya.

Giat pembangunan infrastruktur jalan, drainase dan jembatan, menurut Jonasti juga untuk pemenuhan kebutuhan fasilitas pelayanan umum dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tanpa ada perbedaan.

Hal demikian juga di utarakan Juliski Simorangkir yang juga Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, pemerintah seharusnya melakukan skala prioritas pembangunan. Tentu harus melirik dari potensi alam atau pertanian yang ada di suatu daerah atau desa, karena juga akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Jangan ada terjadi perbedaan karena kepentingan, sebab masyarakat juga berupaya untuk sejahtera. Sebab banyak masyarakat petani memiliki lahan serta juga memiliki hasil komuditi pertanian. Akan tetapi kalau tidak dilengkapi dengan Insfratruktur yang memadai, tentu nilai hasil pertaniannya akan anjlok di tangan para tengkulak. Sementara apabila insfrastruktur memadai, tentu hasil atau nilai pertanian akan stabil bahkan meningkat," katanya.

Untuk itu, pihaknya sangat mengharapkan agar tidak ada ketimpangan, sebab pemerintah adalah pelayan bukan sebagai penguasa.

Kabag Humas Pemkab Taput Donna Situmeang, saat di konfirmasi melalui selulernya tidak menjawab teleponnya.(FH)

Komentar
Berita Terkini