Partai Indonesia Damai Desak Pemerintah Mencegah Penetrasi Ajaran Khilafah Merasuki Dunia Pendidikan

Administrator Administrator
Partai Indonesia Damai Desak Pemerintah Mencegah Penetrasi Ajaran Khilafah Merasuki Dunia  Pendidikan
Ist| pelita Batak
Mangasi Sihombing

Jakarta (Pelita Batak):

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melayangkan surat instruksi kepada para Kepala SMA/SMK di wilayah kerjanya untuk mewajibkan para siswa membaca buku karya Felix Siauw, Muhammad Al Fatih 1453, dan membuat resensi buku dalam gaya bahasa masing-masing. 

Resensi akan diteruskan melalui jalur hirarki administrasi hingga ke meja Kepala Dinas. Surat instruksi ini dikeluarkan tgl. 30 September 2020, lalu besoknya, tgl. 1 Oktober 2020 ditarik kembali oleh yang bersangkutan.

Bertitik-tolak dari situ, Partai Indonesia Damai (PID) yang dipimpin Ketua umum Apri Hananto Sukandar mendesak Pemerintah untuk mencegah hal serupa di masa depan, mengingat ideologi khalifah telah merasuk ke dunia pendidikan. Hal tersebut diungkapkan Mangasi Sihombing, Waketum PID, yang melihat ideologi khilafah bertentangan dengan Pancasila, Sabtu (03/10/2020).

Muhammad Al Fatih 1453 adalah Sultan Mahmud II, seorang penguasa Ottoman (Turki) yang berambisi untuk dan berhasil menaklukkan Konstantinopel yang beragama Kristen. Felix Siauw adalah seorang berdarah Tionghoa yang telah menanggalkan kepercayaan lamanya dan menjadi seorang muslim. Kebanggaannya terhadap Sultan Mahmud II terlihat dari anaknya yang diberi nama Muhammad Al Fatih, yaitu nama Mahmud II sebelum menjadi sultan. Ustad Felix Siauw banyak menulis dengan topik-topik dan perspektif yang berkaitan dengan HTI yang sudah dilarang Pemerintah.

Patut diduga tujuan awal Muhammad Soleh dengan instruksinya itu agar para siswa di wilayah kerjanya meniru semangat perjuangan Sultan Mahmud II. Mungkin belakangan Muhammad Soleh menyadari kekeliruannya, lalu dengan cepat memperbaiki dengan menarik kembali instruksinya. Demikian ditandaskan Mangasi Sihombing, yang juga Pembina Visi Indonesia Unggul (VIU).(*)

Komentar
Berita Terkini