Pakai Istilah 'Inang-inang', Parlindungan Purba Ingatkan BI Tidak Asal Gunakan Istilah

Administrator Administrator
Pakai Istilah 'Inang-inang', Parlindungan Purba Ingatkan BI Tidak Asal Gunakan Istilah
IST|pelitabatak
Parlindungan Purba SH MM Ketua Komite II DPD RI

Medan (Pelita Batak):

Anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba SH MM sangat kecewa dengan statemen pihak Bank Indonesia tentang istilah "inang-inang" dalam berbagai pemberitaan di media. Bagi masyarakat Sumut khususnya Tapanuli, istilah "inang-inang" adalah sosok pejuang kehidupan, bukan seperti disebutkan dalam konteks pemberitaan yang ramai saat ini.

Sebagaimana dilansir berbagai media mengatakan bahwa Bank Indonesia (BI) meminta masyarakat untuk tidak menukarkan uang pecahan kecil di tempat-tempat yang tidak resmi. Penukaran uang ilegal tersebut biasanya dikenal dengan sebutan 'inang-inang' atau ibu-ibu yang menjajakan jasa penukaran uang receh di pinggir jalan.

Deputi BI Rosmaya Hadi mengatakan penukaran uang di tempat yang tak resmi bisa merugikan masyarakat. Sebab, jumlah uang yang diberikan oleh inang-inang bakal lebih rendah jumlahnya karena dipotong biaya.

"Pernyataan ini cukup menciderai hati masyarakat Sumut, kami sangat menghargai perjuangan para ibu-ibu yang berprofesi sebagai pedagang di pasar," ujar Parlindungan yang juga Ketua Komite II DPD RI ini.

Jadi untuk itu, Parlindungan mengharapkan agar pihak BI melakukan klarifikasi atas istilah yang disebar luaskan di media saat ini.

"Kita sepakat agar tidak ada masyarakat dirugikan, dianjurkan menukar di tempat resmi. Tapi ungkapan yang mendeskritkan perjuangan kaum ibu, khususnya ibu-ibu di Sumut agar segera di bersihkan," katanya.

Menurut Parlindungan, penjelasan pihak BI dalam pemberitaan juga sangat mengecilkan profesi kaum ibu di Sumut yang berjuang demi perekonomian keluarganya. 

Parlindungan mengimbau juga kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Khususnya saat ini bangsa ini tengah menghadapi isu-isu yang cukup meresahkan warga. "Mari kita percayakan kepada aparat untuk menjaga keamanan negara, dan kita sebagai masyarakat turut menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing," katanya. (TAp)

Komentar
Berita Terkini