Oknum Pejabat Dinas Pertambangan Labura Gauli Teman Wanitanya di Hotel Medan

Si Wanita Sempat Depresi dan Akan Mengadu ke Bupati Labura
Administrator Administrator
Oknum Pejabat Dinas Pertambangan Labura  Gauli Teman Wanitanya di Hotel Medan
Ist
Ilustrasi

Medan (Pelita Batak): Seorang oknum pejabat di Dinas Pertambangan Kabupaten Labura (Labuhanbatu Utara)  berinisial SY diduga telah melakukan perbuatan amoral terhadap teman wanitanya  berinisial MS, penduduk Dumai,  Pekanbaru. Perbuatan asusila itu dilakukan di salah satu hotel kawasan Jln Gatot Subroto Medan,  Rabu 12 Oktober 2016 setelah berhasil membujuk rayu wanita tersebut, sebagaimana dikutip dari www.hariansib.co.  

 

Anehnya,  setelah puas "menggauli" teman wanitanya  itu,  oknum pejabat tersebut terkesan meninggalkannya.  Untuk itu,  MS akan melaporkan kasus yang menimpanya itu kepada Bupati Labura agar menindak bawahannya tersebut.

 

Menurut wanita darah Batak yang datang mengadu ke kantor SIB belum lama ini,  kejadian itu berawal dari komunikasi mereka via telepon seluler maupun Wa (whatsAps)  beberapa bulan lalu oknum SY sering menggoda dan merayu MS agar mereka menjalin hubungan karena mereka merupakan teman "akrab" saat kuliah dulu di Medan. Walau ditolak, SY yang telah beristri itu tetap membujuk MS agar mereka bisa menjalin hubungan "istimewa". Singkat cerita,  saat MS ada urusan ke Medan,  oknum SY meminta agar mereka bisa ketemuan. Karena merasa sebagai teman lama MS akhirnya menuruti permintaan SY dan setahu bagaimana membawa MS ke suatu hotel  di kawasan Jln Gatot Subroto dan membujuk rayu MS agar mau berhubungan suami istri, ujar MS sedih.

 

Namun katanya,  setelah menggauli MS, oknum SY terkesan menghindar dan meninggalkannya begitu saja kembali ke Labura. MS yang mencoba menghubungi melalui telepon maupun Whatsapp tidak ada jawaban.  Setelah beberapa hari kemudian, SY mengatakan,  ketika itu ia sedang bersama rombongan bupati sehingga tidak bisa dihubungi. Karena merasa kesal dan terkesan tidak bertanggung jawab MS akhirnya mengadu ke SIB mengungkap semua perbuatan aib tersebut.  

 

Memang kata MS, setelah ia mengancam akan memproses kasus tersebut melalui Wa,  akhirnya oknum SY meminta maaf dan mengaku khilaf. "Tapi karena kadung saya dianggap sebagai wanita tidak berguna maka saya bertekad akan memproses kasus ini,  biar lah malu sekalian, " ujarnya sembari menyebut, kasus ini akan diadukan juga ke pihak kepolisian dan meminta Bupati Labura agar memberi tindakan atas perilaku anak buahnya itu. 

 

"Saya akan proses ini hingga tuntas biarlah hancur sekalian,  saya tidak mau harga diri saya dianggap sampah, " ujarnya dan menyebut saat ini ia kurang sehat dan masih depresi setelah kejadian itu sambil menunjukkan hasil percakapan mereka di Wa setelah kejadian itu.

 

Menurutnya,  ia sudah kenal SY sejak kuliah satu fakultas di salah satu PTS di Medan tahun 1988 lalu dan mereka  merupakan teman dekat/akrab dan setamat kuliah mereka tidak pernah berhubungan lagi. Namun belakangan ini mereka bisa saling komunikasi baik melalui seluler maupun media sosisl Wa.  Berawal dari komunikasi itu SY selalu merayunya dan mengajaknya ketemuan di Medan yang saat itu MS juga ada urusan ke Medan.

 

Oknum SY yang dikonfirmasi SIB meminta agar ketemu di Medan untuk menjelaskan kronologis jejadian itu. Pada pertemuan di Medan,  belum lama ini SY mengaku, setelah kejadian itu  kondisi kesehatannya sedikit menurun dan sempat opname. Intinya bagaimana baiknya aja.  

 

"Intinya baik aja lah, baik untuk dia baik untuk saya,  baik untuk kita semua, " ujarnya sembari mengatakan, sudah minta maaf kepada teman wanitanya itu baik melalui telepon seluler maupun media Wa. SY mengatakan,  tidak benar dia tidak bisa dihubungi  oleh MS setelah kejadian itu tapi karena kesibukan tugas.(r4a/hariansib.co)

 

Sumber: www.hariansib.co

 

Komentar
Berita Terkini