Sosialisasikan Pengampunan Pajak

Lima Tahun ke Depan, Indonesia Butuh Rp 4.900 Triliun

Administrator Administrator
Lima Tahun ke Depan, Indonesia Butuh Rp 4.900 Triliun
Istimewa
Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyambut kedatangan Presiden Jokowi dan rombongan, sesaat setelah mendarat di Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA), Kamis (21/7/2016)

Medan (Pelita Batak)

Dalam 5 tahun kedepan, Indonesia membutuh biaya pembangunan infrastuktur mencapai Rp 4.900 triliun. Sementara dana yang memungkinkan diambil dari APBN hanya Rp 1.500 triliun.

"Kurang 3.400 triliun. Dari mana uangnya? Ya dari bapak-ibu semuanya. Dikumpulkan. Hingga bisa kita pakai untuk bangun infrastruktur. Kalau infrastruktur rampung, baru kita bisa bersaing dengan negara lain. Biaya logistis cost akan lebih murah, biaya logistik transportasi juga akan lebih murah," ujar Jokwi optimis dalam acara Sosialisasi Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) di Hotel Santika Dyandra, Jl Maulana Lubis Medan, Kamis (21/7/2016).

High coast di Indonesia dua setengah kali lipat dibanding Singapura. Kondisi tersebut mengancam Indonesia dalam bersaing dengan negara lain.

"Kalau tinggi biaya logistik, bisa ditingal kita. Karena itu, bapak-ibu ikut partipasi dalam amnesti pajak ini. Kalau di luar dapat bunga berapa sih? Kalau di dalam negeri dapat berapa? Kita blak-blak saja," sebut Jokowi.

Baca: Jokowi Ajak Pengusaha Sumut Investasi di Dalam Negeri


Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi dan ratusan pengusaha serta milyarder asal Sumut.

Jokowi juga mengajak pengusaha di Sumut untuk terlibat dalam membangun kawasan industri, industri manufaktur, garmen, otomotif, guna membuka lapanga pekerjaan.(TAp)


Tag:
Berita Terkait
Komentar
Berita Terkini