Kapolda Sumut Perintahkan Kasus Penembakan Wanda Segera Diusut Prompam Polda Sumut

Administrator Administrator
Kapolda Sumut Perintahkan Kasus Penembakan Wanda Segera Diusut Prompam Polda Sumut
Aries Fernando Manalu|pelitabatak
Ketua DPD SPRI, Wakil Ketua DPD SPRI, Bendahara SPRI melaporkan kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw terkait hasil kasus penembakan di Polsek Medan Timur

Medan (Pelita Batak):

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Sumatera Utara (Sumut) melaporkan ke Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw terkait kasus Wanda Gunawan Pasaribu yang dituding melakukan penjambretan hingga kedua kakinya ditembak petugas Polsek Medan Timur, Kamis (12/7).

Hal itu disampaikan Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Sumatera Utara (Sumut) Devis Karmoy saat menggelar DPD SPRI Sumut beraudensi kepada Kapolda Sumut Kamis (12/7) pagi.

"Izin Bapak, ini Bapak Otti Batubara yang menantunya bernama Wanda Gunawan Pasaribu dimana ditembak petugas Polsek Medan Timur terkait dugaan kasus pejambretan," ungkap Devis Karmoy kepada awak media.

Laporan itu langsung ditanggapi Kapolda Sumut dengan memanggil Kasubdit Paminal Propam Polda Sumut AKBP Sugeng keruangannya untuk memproses pengaduan DPD SPRI Sumut.

"Iya saya sudah baca berita itu, saya panggil sekarang Paminal ya," pungkas Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Kapolda Sumut kemudian kepada AKBP Sugeng Riyadi menjelaskan secara singkat tentang masalah tersebut.

Usai audensi, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan DPD SPRI Sumut, Otti Batubara yang juga merupakan mertua Wanda Gunawan Pasaribu langsung menuju ruangan Paminal Polda Sumut untuk dimintai keterangan lanjutan.

Kepada penyidik, Otti Batubara menyampaikan keberatannya atas aksi kekerasan yang dilakukan petugas Polsek Medan Timur saat menangkap menantunya Wanda.

"Kita melaporkan terkait kekerasan yang dilakukan Polsek Medan Timur yang telah menembak ke dua kaki menantu saya Wanda Pasaribu. Karena Wanda bukan Daftar Pencarian Orang (DPO), dibawa baik-baik kenapa tiba - tiba kedua kakinya ditembak. Dan pengaduan menantu saya matanya ditutupi dan dipukuli hingga kakinya ditembak. Jadi kita keluarga keberatan dengan aksi brutal petugas Polsek Medan timur," terang Otti kepada penyidik PAMINAL Sahban.

Sementara, Kanit II/Paminal Propam Polda Sumut Kompol Renward Sembiring mengatakan bahwa pihaknya berjanji akan segera memproses laporan keluarga korban.

"Kita akan langsung proses dan kita sudah buat suratnya. Kalau diteken hari maka kita akan langsung periksa Kapolsek Medan Timur terkait proses penangkapan tersebut mulai dari awal penangkapan sampai penembakan. Kita akan periksa kenapa sampai bisa seperti itu," tegasnya.(Aries)

Komentar
Berita Terkini