KSBSI Gelar Workshop Terhadap Pemimpin Buruh Sumut, Kepri dan Aceh Tentang Perubahan Iklim

Administrator Administrator
KSBSI Gelar Workshop Terhadap Pemimpin  Buruh Sumut, Kepri dan Aceh Tentang Perubahan Iklim
Ist
Ilustrasi

Medan(Pelita Batak): Krisis pangan telah menyerang dunia dan mulai berpengaruh ke Indonesia seperti krisis air bersih, dan maraknya bencana alam. Tendensi perubahan iklim yang berpengaruh cukup luas pada berbagai aspek termasuk ketenagakerjaan, dijadikan perhatian khusus bagi KSBSI sejak beberapa tahun terakhir.

Hal tersebut berkaitan erat dengan SDG’s (Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) yang menjadi agenda global saat ini, sebagai lanjutan MDGs yang telah berakhir tahun 2015 lalu. Indonesia belum lagi tuntas menyiapkan peta jalan SDGs ini sejak diluncurkan PBB baru-baru ini.

Hal tersebut menjadi latar belakang KSBSI memprakarsai pemikiran bagaimana buruh melalui serikat buruh berkontribusi menyiapkan sikap dan membawa SDGs sebagai issu penting. Dalam hal ini 3 perhatian utama yang diprioritaskan adalah goal 5 (Kesetaraan Gender), Goal 8 (Pekerjaan Layak) dan Goal 13 (Aksi Perubahan Iklim).

Sebagai bentuk penyaringan ide dari basis, KSBSI menyelenggarakan workshop khusus tentang Perubahan Iklim yang menghadirkan pemimpin buruh dari 3 propinsi berbeda: Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan Aceh. Tim dari Jakarta diwakili kordinator program IIWE KSBSI Maria Emeninta yang bertanggungjawab terhadap pogram Perubahan Iklim dan Deputy Bidang Konsolidasi DPP Lomenik  Jhon Kenedi menjelaskan  bagaimana buruh bisa memahami konsep Perubahan Iklim dari sisi Ketenagakerjaan, memahami imbas perubahan Iklim serta mendiskusikan aksi yang bisa dilakukan serikat buruh di level masing-masing sebagai upaya meminimalisir dampak perubahan iklim terutama bagi buruh.

Ketua  Korwil KSBSI Sumatera Utara Tobasan Siregar membuka  workshop tiga hari tanggal 5-7 Oktober 2016  di Hotel Labana Jln Abdullah lubis Medan . "Pentingnya berbagi ide dan pengetahuan oleh perwakilan wilayah   yang berbeda seperti ini untuk melihat perbedaan perkembangan dan saling memberi masukan untuk membuat kertas kerja yang responsif terhadap issu global," ujarnya . 

Ketua  Korwil  KSBSI propinsi Aceh dan Ketua Korwil KSBSI Kepulauan Riau menambahkan reklamasi air, hutan dan tanah telah membawa perubahan cukup signifikan bagi perburuhan .

Sementara  Dana Prima Tarigan, Direktur Eksekutif WALHI dalam paparannya  terkait mitigasi dan adaptasi serta bagaimana masyarakat dan pemerintah bersama-sama mengaplikasikannya secara praktis agar dapat bermanfaat penuh. Lebih dari 100 mega fuel dari tenaga matahari, misalnya, tidak dipergunakan padahal bisa untuk energi terbarukan di Indonesia. Hal ini menjadi konsen masyarakat untuk mendorong Pemerintah memberikan perhatian lebih serius.

"Sebenarnya Program Nawacita pemerintahan Jokowi & JK telah mencanangkan hal-hal terkait. Namun masyarakat perlu lebih kritis mengawasi implementasinya terutama di lapangan, " papar Dana Prima Tarigan

Workshop yang dihadiri 28 peserta tersebut adalah merupakan sebuah langkah maju bagi serikat buruh di saat pemerintah masih sedang berbenah agar perubahan iklim tidak semakin buruk di negara tercinta Indonesia. Upaya tersebut akan lebih effektif apabila dimulai  dari scope terkecil, pribadi-pribadi dan keluarga ,  prinsip hemat energi dan perduli menjaga bumi untuk generasi masa depan akan menjadi budaya penting ."KSBSI telah memulainya melalui acara atraktif seperti  ini," tukas Kordinator IIWE Maria.(Paraduan Pakpahan)

Komentar
Berita Terkini