Anggota DPD RI asal Sumatera Utara Pdt Dr Willem TP Simarmata,MA menghimpun aspirasi konstituen di daerah pemilihannya dengan langsung menemui kelompok-kelompok masyarakat. Pandemi Covid-19 saat ini mengakibatkan banyak perubahan sistem termasuk dalam proses belajar mengajar yang dilakukan sekolah ataupun universitas.
Untuk itu, para peserta didik harus mempersiapkan mental serta melakukan dan mengikuti perubahan sistem yang sedang berlangsung. "Mahasiswa dan siswa harus mampu mengikuti perubahan ini dengan sikap dan mental. Belajar mengajar dilakukan secara virtual, tidak sama dengan pola belajar ofline atau tatap muka. Jadi peserta didik harus benar-benar mampu menyesuaikan diri, " ujar Anggota Komite III DPD RI saat bertemu senioren dan pengurus DPC GMKI Siantar-Simalungun di Grand Palm Hotel Pematangsiantar, Senin (1/3/2021).

Tanggapan itu disampaikan Pdt Dr Willem menanggapi aspirasi pengurus GMKI Siantar-Simalun yang disampaikan pada pertemuan tersebut. Hadir senioren diantaranya Dr. Sarmedi Purba, Ojak Naibaho, Sunggul Pasaribu,Agus Tampubolon, Mastiara Sihotang, Triniwati Purba, Jalatua Hasugian, Daniel Siregar, Ketua DPC GMKI Siantar-Simalungun Juwita Theresia Panjaitan, Sekretaris Tulus Panggabean, Bendahara Veria Tika Sihombing dan sejumlah anggota lainnya.
Untuk itu, pada masa pandemi dengan upaya menekan penyebaran Covid-19 dengan cara menerapkan protokol kesehatan, para mahasiswa diharapkan tetap berperan aktif dalam mempersiapkan diri menghadapi situasi ini. Salah satu isi tri darma perguruan tinggi, pengabdian masyarakat. Melakukan kajian-kajian dalam menemukan solusi alternatif bagi penyelenggaraan sistem pembelajaran dalam situasi Covid-19.
Dengan peran aktif mahasiswa dalam melakukan perubahan-perubahan untuk menyesuaikan diri dengan situasi diikuti inovasi, maka dunia pendidikan akan tetap menjadi tonggak meraih masa depan yang cemerlang. "Pemerintah tentunya akan terus berupaya melakukan langkah-langkah untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebagaimana presiden kita, bapak Jokowi yang terus berupaya membangun infrastruktur fisik maupun non fisik. Khususnya lewat kementerian Pendidikan dilakukan peningkatan metode pembelajaran dalam situasi pandemi saat ini," ujarnya.
Oleh karena itu, para mahasiswa agar terus berbenah dan mampu berlomba maju dalam menghadapi tantangan masa pandemi ini.
Pematangsiantar Intoleran
Pada kesempatan tersebut, Pdt Dr Willem TP Simarmata,MA juga meminta mahasiswa untuk berperan dalam upaya merajut persatuan dan kesatuan bangsa. Pasalnya, kini Kota Pematangsiantar keluar dari daftar urutan kota paling toleran di Indonesia.
"Kota ini sebelumnya masuk dalam urutan ke-10 kategori kota paling toleran. Kini tidak lagi masuk. Apa sebenarnya yang telah terjadi di Pematangsiantar, mahasiswa sebagai generasi bangsa harus melihat ini sebagai suatu yang perlu dikaji," ujar mantan Ketua Cabang GMKI Siantar-Simalungun yang juga diamini senioren GMKI Dr Sarmedi Purba juga sepakat dengan Pdt Dr Willem TP Simarmata agar mahasiswa di Kota Pematangsiantar berperan aktif dalam menjalin kebersamaan dalam kerukunan antar umat beragama.
Pdt Dr Willem menyarankan agar GMKI bersama pimpinan Kelompok Cipayung duduk bersama untuk membahas permasalahan tersebut. Kearifan yang sesungguhnya terjalin di antara masyarakat Pematangsiantar selama ini harusnya tidak mudah luntur jika masyarakat tetap bersama dengan kultur yang ada.(TAp)