Jelang Pilkada Ratusan Siswa SMP & Anggota Korpri Terima Beasiswa dan Tali Asih

Plt Bupati Bingung Darimana Sumber Dana
Administrator Administrator
Jelang Pilkada Ratusan Siswa SMP & Anggota Korpri Terima Beasiswa dan Tali Asih
Ist
Ilustrasi

Laporan Jeje Tobing


Dua hari sebelum hari H Pilkada, tempatnya tgl 25 Juni 2018, Pemkab Taput akan melaksanakan acara penyerahan Beasiswa kepada 738 orang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) berprestasi di Taput.


Surat Keputusan (SK) terkait pemberian beasiswa itu tertuang dalam SK Nomor 138: tentang  Penerima dan besaran dana beasiswa.


Keputusan itu dibuat tertanggal 14 Februari 2018 dan ditandatangani oleh Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan, Pemkab Taput,  Alboin.


Terkait pemberian Beasiswa dan juga pemberian tali asih kepada anggota Korpri tersebut, Media Nasional (Berita SIB tgl 13/06-18) telah merilis beritanya dengan sub judul: "Plt Bupati Bingung Darimana Sumber Dananya"


Dari berbagai sumber terpercaya yang namanya tak bersedia disebutkan, awak Pelita Batak memperoleh informasi bahwa ada 738 siswa yang nantinya, tgl 25 Juni 2018 akan menerima dana masing masing sejumlah Rp 1.300.000/siswa dan kalau ditotal berjumlah Rp 959.400.000 (Sembilan ratus lima puluh sembilan juta empat ratus ribu rupiah) sedangkan untuk pemberian tali asih kepada anggota Korpri, disebut akan menerima sebesar Rp 2.500.000 (Ua juta lima ratus ribu rupiah).

Sampai sejauh ini,  Pelita Batak belum berhasil menghubungi pihak terkait terkait berapa orang anggota Korpri yabg akan menerima tali asih tersebut.


Sumber terpercaya tersebut, dalam sebuah wawancara baru-baru ini menyebutkan keheranannya: mengapa dan kenapa dalam  penyerahan beasiswa itu para orang tua siswa diharuskan ikut dan mengapa pencairannya  tidak dilakukan pada saat menjelang ujian semester ganjil atau saat PLT. Bupati Dr. Mauliate Simorangkir M. Si menjabat. 


"Menurut saya momen pemberian beasiswa ini, jika ditinjau dari segi waktu, kualitas siswa penerimanya: maka ini sarat dengan kepentingan dan terlalu dikondisikan oleh pejabat yang menyerahkannya. Moment ini adalah sebuah vested interest (politik kepentingan=red)," sebut sumber itu dengan penuh keheranan.


Lebih jauh sumber Pelita Batak itu sangat menyayangkan bahwa dana untuk pemberian itu relatif  besar membebani APBD padahal untuk pengembangan SDM para guru/pegawai ASN tidak pernah dilakukan. Bahkan untuk  honorer, terutama tenaga Administrasi SMP/SD Honornya sering terlambat. 


"Jadi hemat saya pemberian dana itu hanya ajang pencitraan. Bagaimana mungkin Taput menjadi lumbung SDM kalau begitu caranya," tutup sumber itu seolah bertanya dan heran.(*)

Komentar
Berita Terkini