JTP FRENDS ke Lobu Singkam, Lagu 'Oh Yerusalem' Kembali Mengumandang

Administrator Administrator
JTP FRENDS ke Lobu Singkam, Lagu 'Oh Yerusalem' Kembali Mengumandang
Jeje Tobing
JTP Frends terima ulos

Laporan Jeje Tobing


Hujan deras berderai, membasahi Bumi Lobu Singkam Kec Sipoholon, saat berlangsung acara Ibadah dan Doa Bersama yang dirangkai dengan acara "Borhat-borhat" (baca= Pemberangkatan) kepada Kandidat Nomor Dua, Calon Bupati Taput yang lebih ngetop dipanggil dengan sebutan JTP FRENDS (Singkatan nama dari DR. Jonius Taripar P Hutabarat, S Si. M.Si dan Frengky P Simanjuntak, SE. M.Si), pada hari Minggu, 22 April 2018.


Meskipun hujan turun, acara tersebut tetap berjalan hikmad, tertib dan syahdu terutama karena lantunan lagu dan kidung pujian kepada Tuhan Sang Pencipta Semesta, selama acara  Ibadah berlangsung. 

Sepertinya memang, sudah menjadi kebiasaan bagi Team Jtp Frends atau bahkan sudah menjadi sebuah keharusan, dimana setiap acara pertemuan selalu diawali dengan ibadah singkat.


Kata sambutan dari para Tokoh Adat atau yang yang mewakili warga, para Penatua dari Desa Lobu Singkam, Rura Julu Dolok dan Rura Julu Toruan; dalam sambutannya sungguh menggugah hati segenap hadirin untuk memberikan dukungan penuh demi kemenangan JTP Frends pada Pilkada Taput, yang akan dilangsungkan 27 Juni mendatang.


"Andalu ma sangkotan ni Bonang, nasida ma na talu, ba hita ma na monang," sebut salah seorang yang mewakili perantau (Bapak Hutagalung), dalam sebuah Pantun berbahasa Batak. Yang artinya kira-kira: "Alu atau Antan sebagai tempat Benang disangkutkan, biarlah pihak lain yang kalah, kita lah yang jadi pemenang. 

Dan seketika, tanpa dikomando: tepuk tangan dan suara tertawa membahana meledak,  mengalahkan suara derai hujan yang mulai mereda.


Frengki, dalam sebagian kata sambutannya menyampaikan, "Kami berdua sebagai pasangan calon nomor dua tidak akan mengumbar janji-janji tapi jika kelak kami terpilih, kami akan memberikan bukti," dan langsung disambut hadirin dengan tepuk tangan meriah.


Sementara JTP, sebelum menyampaikan kata sambutan, terlebih dahulu menyanyikan lagu "O Yerusalem" dan seketika suasana menjadi bertambah hikmad. 


Tangan hadirin seperti serentak pula tanpa dikomando, terangkat ke atas, sambil ikut  bernyanyi mengiringi syair lagu; "O Yerusalem / kota Mulia/ Hatiku rindu kesana. Tak lama lagi/ Tuhan ku datanglah/ bawa saya masuk sana."


Demikian syair lagu itu mengalun, dinyanyikan dengan penuh penghayatan dan membawa hadirin kepada suasana penyembahan.


Agaknya, lagu ini sudah merupakan sebuah lagu wajib bagi JTP manakala ada pertemuan atau acara pelantikan. 

Seorang Ibu sepuh, nampak meneteskan air mata, seiring dengan lagu berakhir dan hujan pun mulai reda. Sebuah moment yang susah dilukiskan dengan kata kata.


Sebagian dari kata sambutannya, JTP menegaskan betapa pentingnya pendidikan bagi generasi muda khususnya putra/i yang berasal dari Taput dan secara khusus dari wilayah Lobu Singkam, yang nota bene adalah Kampung halaman Ibundanya, Boru Gutagalung.


"Adek-adek ini, sebetulnya lebih penting minum susu, untuk menambah vitalitas dan pertumbuhan otak dan pikiran mereka," sebut JTP setelah sebelumnya meraih tiga orang anak dari antara hadirin serta bertanya apa cita-cita ketiga anak tersebut.


"Apakah mungkin mereka ini dapat meraih cita-citanya sebagai Polisi atau Bidan?" tanya JTP, yang dijawab hadirin dengan serempak: "Bisa".


"Molo Namboru on, boi dope Bidan?" tanya JTP sambil merangkul seorang Ibu sepuh dan hadirin langsung tertawa terbahak bahak.

(Baca =Kalau Ibu ini, apa masih mungkin jadi seorang Bidan? Tentu tidak)


"Di tangan generasi mudalah kelak seperti apa Taput nantinya. Dan bagaimana kelak nasib Lobu Singkam ini, adek-adek inilah yang  menentukannya kelak. Mereka perlu mengecap pendidikan yang setinggi-tingginya, dengan begitu akan ada perubahan perilaku dan pola pikir, sebagai salah satu syarat bagi kemajuan. Jika kami terpilih nanti, maka dalam dua tahun pertama pemerintahan, kami akan membenahi sektor Pendidikan dan Kesehatan," terang JTP.


Terkait masalah Kesehatan, dalam sambutan dan orasinya bercerita, dimana dalam pesawat menuju Silangit, beberapa hari yang lalu, beliau bertemu dengan seorang dokter, dan menyampaikan kekecewaannya sebab kepercayaan masyarat Taput untuk berobat/ opname di RSU Tarutung, sangat minim dan karena ternyata, warga Taput lebih suka dan percaya berobat ke RSU Balige, hanya karena faktor pelayanan dan banyaknya keluhan serta ketidakseriusan mengelola satu-satunya RS di Kabupaten yang dijuluki dengan Kota Wisata Rohani tersebut.(*)

Komentar
Berita Terkini